Makasau Ditemukan Tak Bernyawa Usai Selamatkan Istri dan Anaknya yang Nyaris Tenggelam
Rosidah selamat dalam musibah perahu ketinting tersebut lantaran diselamatkan oleh suaminya itu, yang belakangan ditemukan meninggal dunia.
Editor: Dewi Agustina
Rosidah mengenal Makasau sebagai lelaki yang bertanggungjawab. Meski usianya tak lagi muda, namun semangatnya bagi dunia pendidikan tak pernah padam. Di lingkungan keluarga, Makasau dikenal penyayang sejati.
"Kami tinggal di Apung. Kami berangkat ke Tias untuk silaturahmi karena bapak (Makasau) rencananya mau mengecek sekolah, persiapan mau masuk sekolah murid-muridnya," ujarnya.
Seperti diberitakan Tribun, perahu ketinting yang ditumpangi 8 orang sekeluarga dikabarkan mengalami musibah kecelakaan dalam perjalanan jalur sungai menuju muara Tias, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, dari Desa Apung (Log Pon) Kecamatan Tanjung Selor.
Ketinting naas itu terbalik Senin (3/7/2017) sekitar pukul 17.00 Wita, sejam setelah berangkat dari Desa Apung. Terbaliknya ketinting dipastikan karena hantaman gelombang.
Penumpang 8 orang masing-masing Makasau (64) yang diketahui menjabat Kepala Sekolah SDN 06 Desa Tias, Tanjung Palas Tengah, dan istrinya Rosidah (50).
Dua orang putrinya masing-masing Ika Monika (13) dan Mala (27), serta putranya Luang (35) juga ikut menjadi korban.
Korban lainnya ialah Fatma (27) menantu Makasau/istri Luang. Lalu Izza (2,5) cucu Makasau, dan Feby (10) keponakan Makasau.
Hampir 2 x 24 jam, Makasau ditemukan oleh warga pada Selasa (4/7/2017) pukul 12.00 dalam kondisi tak bernyawa di permukaan air.
Sedangkan Izza cucu Makasau berumur 2,4 tahun sampai saat ini belum ditemukan. (Wil)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.