Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Antisipasi Serangan Teroris, Polisi Patroli Harus Pakai Rompi Antipeluru

Setiap anggota Polres Salatiga yang menjaga pos dan patroli wajib menggunakan rompi antipeluru untuk mengantisipasi serangan teroris.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Antisipasi Serangan Teroris, Polisi Patroli Harus Pakai Rompi Antipeluru
youtube
Polisi bersenjata dan mengenakan rompi anti peluru berjaga Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (6/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNNEWS.COM, SALATIGA - Setiap anggota Polres Salatiga yang menjaga pos dan patroli wajib menggunakan rompi antipeluru untuk mengantisipasi serangan teroris terhadap polisi.

"Ada 50 rompi antipeluru yang telah kami bagikan. Tidak hanya untuk anggota di polres tetapi juga di empat polsek yang masuk wilayah hukum Polres Salatiga. Ini langkah antisipasi dini kami untuk anggota," kata Kapolres Salatiga AKBP Happy Perdana Yudianto, Selasa (11/7/2017).

Selain rompi antipeluru, Kapolres Salatiga juga membekali anggota di tiap polsek dengan senjata api.

"Tentu saja, kami tidak sembarangan memberikan senjata tersebut ke anggota. Semua sesuai prosedur. Setelah satu bulan, kami evaluasi," ia menambahkan.

Menurut Happy, penanganan terorisme tak hanya tanggung jawab aparat. Pihaknya juga merangkul berbagai pihak mulai pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.

Terpisah, Wali Kota Salatiga Yuliyanto menegaskan pemerintah mendukung upaya kepolisian mencegah terorisme.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami persilakan pihak kepolisian melakukan sosialisasi tentang penanganan tindak terorisme dan radikalisme di acara dan kegiatan pemerintahan, agar paham tersebut tidak masuk ke Salatiga," ucap dia.

"Kami juga tak ingin, paham-paham tersebut merusak kehidupan toleransi yang telah terbangun di Salatiga," kata Yuliyanto.

Sumber: Tribun Jateng
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas