Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Peredaran Narkoba

Cerita Tertangkapnya Wanderlust, Kapal Pemgangkut 1 Ton Sabu

Pengejaran kapal Wanderlust pengangkut 1 ton sabu asal Taiwan menyisakan banyak cerita.

Cerita Tertangkapnya Wanderlust, Kapal Pemgangkut 1 Ton Sabu
Tribun Batam/Eko Setiawan
Kapal Wanderlust pembawa 1 ton sabu yang diamankan oleh Bea dan Cukai (BC) Batam masih bersandar di pelabuhan milik BC Batam di kawasan Tanjung Uncang, Senin (17/7/2017) siang. TRIBUN BATAM/EKO SETIAWAN 

Laporan Wartawan Tribun Batam, Eko Setiawan

TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Tertangkapnya kapal Wanderlust di perairan Tanjungberakit, Bintan, Sabtu (14/7/2017) lalu, tak terlepas dari kerja keras dan tingginya jam terbang para personel Bea Cukai Batam.

Humas BC Batam Raden Evy Suhartantio mengatakan pihaknya mendapatkan informasi dari BC pusat tentang kapal Wanderlust yang mengantar 1 ton asal Taiwan ke Serang, Banten.

Berbekal informasi tersebut mereka kemudian membuka peta dan melacak secara manual. Kemungkinan-kemungkinan kapal itu akan berlayar dan melintas ke daerah mana saja dipelajari dan didalami.

‎Informasi awal yang didapat petugas BC Batam yakni jenis kapal dan ukuran kapal. Dari sana tim kemudian mulai meraba kecepatan dan estimasi kapal. Dihitung kemampuan laju kapal berlayar, kemampuan bahan bakar dan jalur-jalur yang akan dilewati.

"Itu kita lakukan secara manual. Saat mendapatkan informasi, kami langsung membuka peta. Kemungkinan mana saja jalur laut yang akan mereka lewati," sebut Evy pada Selasa (18/7/2017).

Pengukuran secara manual ini begitu cepat. Setelah banyak prediksi jalur yang akan dilalui, kemudian keputusan sudah final. BC menurunkan lima kapal patroli cepat: dua kapal besar dan tiga kapal karet.

Memang ada beberapa tempat pengisian bahan bakar di laut, termasuk di dekat Singapura. ‎Untuk perbatasan Batam dan Singapura dipastikan tidak mungkin, karena di kawasan tersebut ramai dan patroli sering akan bolak balik.

"Kita sudah berpikir kalau mereka tidak akan berani mengisi di sekitar situ. Makanya kita ambil ancang-ancang lain," Evy menambahkan.

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas