Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Berita Parlemen

Pariwisata di Sulawesi Utara Masih Banyak Kendala

DPR RI mendesak berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di daerah untuk mendukung program pemerintah provinsi.

Pariwisata di Sulawesi Utara Masih Banyak Kendala

TRIBUNNEWS.COM - DPR RI mendesak berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di daerah untuk mendukung program pemerintah provinsi.

“Banyak persoalan yang menghambat kemajuan Sulawesi Utara dikarenakan  BUMN yang ada kurang bersinergi dengan pemerintah setempat,” ungkap Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso.

Ia menyampaikan, bahwa DPR mendukung program pemerintah Sulawesi Utara, khususnya di bidang pariwisata yang akan mendatangkan 10.000 turis sehingga pemda harus menyediakan fasilitas bandar udara yang betul-betul mendukung.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengatakan mengenai masuknya turis yang masuk ke Sulawesi mengalami beberapa kendala, antara  sistem imigrasi yang secara kesiapan belum sesuai dengan standar.

"Ada penerbangan datang jam enam pagi tetapi petugas baru datang jam delapan, sehingga turis internasional harus menunggu dua jam. Dari awal pelayanan ini sudah tidak memenuhi," ungkap Olly.

Dijelaskannya keadaan ini terjadi dikarenakan kurangnya sumber daya manusia dan ketidaktersediaan ruang istirahat untuk petugas.

Selain itu Olly mengeluhkan masih sering terjadi pemadaman listrik di Sulut.

“Bagaimana kita mau dorong UMKM, kalau listrik masih sering mati? Memang kita mendapatkan surplus 45 megawatt listrik, tapi tetap masih terdapat kekurangan supply listrik di beberapa tempat,” ungkap Olly lagi.

Keluhan ini langsung disampaikan anggota Komisi VI Vanda (F-PDI Perjuangan) Sarundajang di pertemuan selanjutnya dengan BUMN Sulawesi Utara yang dihadiri antara lain PLN, Pertamina dan Bulog.

"Selama ini masih belum tergambar, tidak disebutkan benar-benar kendalanya apa, maintenance nya kah, mesin-mesin yang usang dari zaman Belanda atau genset apa yang harusnya diganti. Perlu solusi nyata, karena setiap kami datang ke masyarakat selalu ujung-ujungnya permasalahan tentang PLN," ujar Vanda yang merupakan anggota dewan Dapil Sulut.

Sebelumnya pemerintah pusat telah membantu mengirimkan Kapal pembangkit listrik Marine Vessel Power Plant (MVPP) Karadeniz Powership Zeynep Sultan berkapasitas 120 Mega Watt (MW) milik Turki untuk mendukung listrik di Sulut dan Gorontalo. Tetapi di kemudian hari ternyata pemadaman listrik masih saja terjadi.

"Jadi mohon perhatian PLN jangan selalu menyalahkan faktor luar seperti pohon tumbang, angin ribut dan sebagainya dalam masalah ini. Kalau perlu semua duduk bersama untuk menemukan permasalahan dan apa-apa yang sebenarnya dibutuhkan," pungkas Vanda.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Advertorial
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas