Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ini Alasan Turis Arab di Puncak Bogor Pilih Kambing Muda buat Hewan Kurban

Para turis Arab di Puncak Bogor ternyata enggan membeli kambing berukuran besar untuk dijadikan kurban.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ini Alasan Turis Arab di Puncak Bogor Pilih Kambing Muda buat Hewan Kurban
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Kambing yang dijual di Puncak, (kiri: kambing coklat 5 juta, kanan: kambing hitam putih 2,2 juta) 

TRIBUNNEWS.COM, CISARUA - Para turis Arab di Puncak Bogor ternyata enggan membeli kambing berukuran besar untuk dijadikan kurban.

Hal itu pun berkaitan dengan harga hewan kurban yang ditawarkan.

Semakin besar ukurannya, tentu harga hewan tersebut juga akan semakin mahal.

Begitu pun sebaliknya, jika ukurannya lebih kecil maka harganya akan lebih murah.

Baca: Hewan Kurban Tiba di Lapas Sukamiskin, Satu Sapi Bertuliskan Akil

Hal itu diungkapkan oleh seorang penjual kambing di sekitaran Warung Kaleng Puncak Bogor, Asep (40).

Asep mengatakan, turis Arab di Puncak rata-rata membeli kambing yang lebih kecil dibanding kambing besar.

Rekomendasi Untuk Anda

Untuk kambing berukuran besar ia patok harga Rp 5 juta per ekor, sedangkan untuk kambing yang kecil hanya diberi harga Rp 2, 2 juta per ekornya.

Di mana hal tersebut menurut Asep bertolak belakang dengan budaya warga Indonesia yang kerap mencari hewan yang terbaik untuk kurban.

"Kalau yang gede ini jarang ada orang Arab yang berani beli, rata-rata mereka beli yang kayak gini nih, yang kacil-kecil, yang muda-muda," ujar Asep kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (31/8/2017).

Baca: Kunci Ahok Hadapi Pertanyaan dan Tatapan Mata Najwa

Pria asli Cisarua ini juga mengungkapkan kini omsetnya berjualan kambing sudah berkurang dibanding beberapa tahun ke belakang.

Sebab, saat ini jumlah pedagang hewan di Puncak sudah semakin marak.

"Sekarang mah orang Arab mulai kurang rame yang beli, soalnya yang jual hewan kurban banyak sih di Puncak, bahkan bukan orang Puncak aja pada dateng dan jualan di sini," katanya.

Tidak hanya itu, Asep juga mengaku kerap dibuat pusing oleh turis Arab jika mereka melakukan tawar menawar harga terkait apa yang ia jajakan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas