Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Pengakuan Bocah Korban Pencabulan yang Bikin Geram

Korban yang duduk didepan itu dibonceng pelaku sambil dicium mesra. Korban dicium pada bagian ubun-ubun, belakang telinga hingga leher.

Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Pengakuan Bocah Korban Pencabulan yang Bikin Geram
kompas.com
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Syahrul Ramadhan

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Sejumlah murid SD di Sidomulyo, Pekanbaru, mendapat perlakuan tidak senonoh dari seorang pria terduga pelaku pelecehan seksual.

Hal ini berawal dari kecurigaan orang tua korban karena anaknya sering pulang lama dari sekolah.

Setelah melaporkan ke pihak sekolah, pelaku diamankan salah satu guru di sekolah itu.

Baca: Sokib Puasa 2 Hari Jelang Membunuh Istri Pensiunan Polisi, Apa Motifnya?

Dua korban kepada Tribun menceritakan tentang aksi amoralnya tersebut.

Korban berinisial ZK dan IW yang duduk dibangku kelas lima SD di Sidomulyo ini memaparkan, bagaimana perlakukan FP alias P alias R sebagai pelaku pencabulan.

BERITA REKOMENDASI

"Jadi, kalau abang (pelaku, red) itu jemput dengan sepeda motor, saya harus duduk di depan," kata ZK, satu dari empat korban kepada tribunpekanbaru.com pada Senin (11/9/2017).

Korban yang duduk didepan itu dibonceng pelaku sambil dicium mesra. Korban dicium pada bagian ubun-ubun, belakang telinga hingga leher.

"Kalau pas mencium, abang itu bergetar badannya. Kalau saya tanya dia diam saja. Tapi selalu begitu," ungkapnya.

"Kadang-kadang, sambil dibonceng abang itu menggosok-gosok badannya ke badan saya," papar ZK polos.

Lebih miris, IW korban lainnya mengaku bahwa dirinya pernah dibawa ke sebuah rumah petak sepi tak jauh dari Kebun Binatang di bilangan Kubang.


Disana, korban dicium pada bagian bibir dengan mesra oleh pelaku.

"Saya kalau dicium bibirnya. Tapi saya tak suka, karena abang itu mencium sambil menghisap bibir saya," jelas IW yang mengaku diperlakukan demikian di sebuah rumah tak jauh dari kandang gajah di sekitar kebun binatang di kawasan Kubang.

IW mengaku, pelaku pernah beberapa kali membuka celananya dan menggesek-gesekkan kelaminnya ke bagian belakang dirinya.

"Enggak, abang itu masih pakai celana. Cuma sambil dipeluknya saya dari belakang dan digosok-gosokkannya badannya," kata IW penuh kepolosan.

Dari keterangan kedua korban diketahui, bahwa pelaku tak pernah memberikan ancaman apapun untuk menutupi tindakannya.
Kepala Sekolah SD di Sidomulyo Hj Titien Sumarni Spd MM mengatakan, pelaku hanya minta jangan lapor ke guru dan orangtua.

"Sebab, nanti si pelaku akan ditangkap polisi dan tak bisa mengantar lagi," ungkap Titien menirukan pengakuan Korban HA.

Titien menambahkan, pelaku telah dikenal baik oleh sejumlah orangtua korban.

Bahkan, beberapa orangtua korban ada yang menaruh perhatian kepada pelaku dengan memberikan beberapa hadiah kepada si pelaku.

"Seperti orangtuanya ZK. Dari keterangan dia, si pelaku pernah diberikan tas dan baju beberapa kali. Bahkan, bantuan si pelaku dalam mengantar pulang korban sangat didukung sebelumnya," jelasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas