Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Naskah Kuno Berisi Rangkum 3 Kitab Dunia di Situs Kabuyutan Ciburuy

"Judul yang pertama itu amanat galunggung siksa kandang kareusian. Kareusian itu artinya kewalian."

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Naskah Kuno Berisi Rangkum 3 Kitab Dunia di Situs Kabuyutan Ciburuy
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Naskah kuno yang disimpan di Situs Kabuyutan Ciburuy. 

Setiap huruf yang ada di naskah ditulis menggunakan dua cara.

Baca: MUI Sebut Pondok Pesantren di Bogor yang Diduga Terkait ISIS Ini Tidak Terdata

Yakni memakai tinta dan diukir.

Penggunaan daun lontar sebagai simbol agar bisa disalin, dibaca, dan digali maknanya.
Penelitian tentang naskah kuno tersebut baru dimulai pada tahun 2007 yang digagas peneliti dari Universirtas Padjajaran.

"Ada juga peneliti dari Jerman, Itali, dan Belanda yang ikut membantu. Hasilnya belum diketahui semuanya. Baru naskah kedua soal pujangga manik yang bisa diterjemahkan," kata Ujang yang sudah menjadi kuncen sejak 2001 menggantikan ayahnya.

Baca: Anggaran Pilkada Serentak di Jabar Sebesar Rp1,6 Triliun, Aher: Jangan Menghitung Dana

Ketiga naskah kuno itu disimpan dalam peti.

Sebagian naskah kuno kondisinya sudah rapuh dimakan usia.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, sebagian lagi masih bagus.

Dari hasil penelitian, penulis naskah kuno tersebut merupakan penyair dari Negara Hindia atau dari Kerajaan Hindu Budha.

Nana Suryana alias Ujang menunjukkan piagam penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka
Nana Suryana alias Ujang menunjukkan piagam penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka sebagai pelestari naskah kuno yang diberikan Perpustakaan Nasional di Situs Kabuyutan Ciburuy, Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, Kamis (14/9/2017). (Tribun Jabar/Firman Wijaksana)

"Tapi untuk siapa nama penulisnya belum diketahui. Riwayat ayah saya, barang (naskah kuno) sudah ada di lokasi ini sejak lama. Dulunya masih dibungkus pakai gentong. Tidak berani dibuka," ujarnya.

Naskah-naskah kuno itu, menurut Ujang merupakan rangkuman dari tiga kitab yang ada di dunia ini.

Yaitu kitab Zabur, Tauret, dan Injil.

Naskah tersebut memang diperuntukkan bagi umat terakhir di dunia.

"Isinya macam-macam. Soal ilmu padi, pengobatan alternatif, dan ilmu kehidupan. Memang belum ada rangkuman soal Alquran di naskah ini. Soalnya naskah dibuat sebelum Alquran turun," ucapnya seraya menyebut dalam naskah juga tertulis soal nabi-nabi yang membawa kitab.

Ia menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, tadi pagi pukul 05.05 WIB, Jumat (15/9/2017).

Walau Islam belum tertulis dalam naskah, tanda-tanda soal Islam sudah tertuang dalam naskah itu.

Bahkan ia menyebut zaman praislam itu dengan sebutan agama Sunda Wiwitan yang memang melekat di tanah sunda.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas