Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Air Danau Blimbing Gunungkidul Tiba-tiba Kering

Danau dadakan atau luweng Blimbing di Dusun Serpeng Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul mendadak kering.

Editor: Dewi Agustina
zoom-in Air Danau Blimbing Gunungkidul Tiba-tiba Kering
Tribun Jogja/Rendika Ferri
Seorang warga menunjukkan air dari danau atau luweng Blimbing di Dusun Serpeng Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul yang hilang seketika, Senin (22/1/2018). TRIBUN JOGJA/RENDIKA FERRI 

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNNEWS.COM, GUNUNGKIDUL - Danau dadakan atau luweng Blimbing di Dusun Serpeng Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul mendadak kering.

Air yang tertampung di dalam luweng hilang seketika.

Dasar luweng semakin luas dan dalam akibat ambles dan terkena erosi.

Kejadian tersebut diceritakan oleh warga setempat, Suharto, petani yang sehari-hari bercocok tanam di sekitar luweng.

Fenomena mengeringnya air danau secara mendadak tersebut terjadi pada Minggu (21/1/2018) siang.

Sekitar pukul 14.00 WIB siang, air masih memenuhi danau.

Berita Rekomendasi

Baca: Rebutan Senjata Api Gara-gara Berpapasan di Tempat Parkir, Kader Gerindra Tewas, Briptu AR Dikeroyok

Saat memanen kacang, Suharto tiba-tiba mendengar suara gemuruh dari dasar danau.

Air yang ada di dasar danau perlahan-lahan menyusut.

Lapisan tanah di pinggir danau juga tergerus ke dasar dan bertambah luas hingga belasan meter.

Air di dalam danau baru benar-benar surut pada pukul 16.00 WIB.

Danau Blimbing Tiba-tiba Kering
Wajah baru Luweng Blimbing di Dusun Ngampo, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, Kamis (6/12/2017). Seusai banjir besar dua pekan lalu, tebing-tebing di sekitar luweng runtuh atau ambrol. Luas area luweng dari semula 20x40 meter, kini jadi lebih kurang 2 hektare. TRIBUN JOGJA/SETYA KRISNA SUMARGO

"Saya itu sedang memanen kacang di ladang saya tidak jauh dari luweng baru itu. Tiba-tiba ada suara gemuruh begitu, lalu saya periksa. Air di danau itu bergerak, menyusut. Tanah yang ada di pinggir danau ikut terbawa ke dasar," ujar Suharto, Senin (22/1/2018).

Diberitakan Tribun Jogja.com, Selasa (12/12/2017), Hujan dahsyat efek Siklon Tropis Cempaka 27-29 November 2017 menguak sebagian misteri kawasan karst Gunungkidul.

Jutaan meter kubik air hujan menggelontor, memenuhi saluran besar dan kecil sistem akuifer bawah tanah.

Baca: Saksi Sebut Proyek e-KTP Bancakan Tiga Partai, Kuning, Merah dan Biru Terlibat

Luweng Jomblang, Ngingrong, Bribin, Kalisuci tergenang ekstrem.

Kali Ngreneng di Dusun Wediwutah, Desa Ngeposari, Semanu, tiba-tiba menyemburkan air dan membentuk "danau tiban."

Selama beberapa hari genangan Kali Ngreneng jadi tontonan warga.

Inlet DAS Kali Besole di Banyusumurup, Dusun Kamal, Desa Wunung, Mulo, Wonosari, juga dipenuhi jutaan meter kubik air.

Danau Blimbing Tiba-tiba Kering_1
Wajah baru Luweng Blimbing di Dusun Ngampo, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, Kamis (6/12/2017). Seusai banjir besar dua pekan lalu, tebing-tebing di sekitar luweng runtuh atau ambrol. Luas area luweng dari semula 20x40 meter, kini jadi lebih kurang 2 hektare. TRIBUN JOGJA/SETYA KRISNA SUMARGO

Peristiwa ini membuat takjub warga sekitar yang seumur-umur belum pernah melihat fenomena alam seperti ini.

Luweng Blimbing di lembah Serpeng ini bersebelahan dengan luweng Tumbul dan luweng Seropan.

Pakar karst dan hidrogeografi UGM, Dr Tjahyo Nugroho Adjie MSc, menggambarkan sistem akuifer karst Gunungkidul sangat unik dan hebat.

Bumi kapur wilayah ini menyimpan potensi sumber daya air yang besar di balik tandus alamnya jika kemarau.

"Ciri kawasan karst ya di bawah permukaan ada banyak lorong, dan saluran air besar kecil atau sungai-sungai bawah tanah," kata dia.

Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas