Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ini Dua Pengedar Sabu yang Teriaki Polisi Rampok

Kisruhnya penggerebekan ini karena provokasi dari dua pengedar sabu yakni Siwa Kumar dan Hendrian.

Ini Dua Pengedar Sabu yang Teriaki Polisi Rampok
Tribun Medan/Array Anarcho
Kapolsek Medan Timur, Kompol Wilson Pasaribu memperlihatkan dua pengedar narkoba Siwa dan Hendrian yang sempat memprovokasi masyarakat saat ditangkap, Rabu (31/1/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Penggerebekan dua pengedar narkoba di Jalan Ampera III, Kelurahan Glugur, Kecamatan Medan Timur ricuh, Rabu (31/1/2018) dinihari tadi.

Seorang remaja pecandu sabu bernama Arya Afrizal (14) tertembak betisnya karena diduga ikut melempari petugas yang melakukan penggerebekan.

Akibat kejadian ini, mobil Avanza BK 72 TL milik petugas hancur dilempari batu. Kaca bagian samping kanan pecah, begitu juga dengan kaca bagian belakang jebol.

Belakangan diketahui, kisruhnya penggerebekan ini karena provokasi dari dua pengedar sabu yakni Siwa Kumar dan Hendrian.

"Dari tangan kedua tersangka, kami menyita dua paket sabu berukuran sedang. Ada beberapa gram serbuk kristal yang kami sita," ungkap Kapolsek Medan Timur, Kompol Wilson Pasaribu, Rabu (31/1/2018).

Wilson mengatakan, situasi saat penggerebekan benar-benar kacau. Polisi dikepung masyarakat yang sudah terprovokasi dengan dua pengedar sabu ini.

Baca: Perampok Bersenjata Clurit Diajak Duel Korban di Bekasi, Berakhir di Kantor Polisi

"Kami sempat meletuskan tembakan peringatan. Namun, seorang remaja bernama Arya terkena peluru petugas," ungkap Wilson.

Liza (36), orangtua dari Afrizal saat diwawancarai Tribun di RS Bhayangkara Tingkat II Medan tampak menangis sesenggukan. Ia mengakui jika anaknya itu tidak pulang ke rumah saat kejadian.

"Saya kan gaduh sama bapaknya. Jadi dia sudah berhenti sekolah," kata Liza. Ditanya kenapa anaknya berada di lingkungan basis peredaran narkoba, Liza terdiam.

Ia beralasan, anaknya baru saja mandi-mandi dengan teman-temannya. Namun, Liza tak bisa menjelaskan dimana anaknya itu mandi-mandi, dan bisa berada di areal kawasan peredaran narkoba. (Ray/tribun-medan.com)

Penulis: Array Anarcho
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas