Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Mayat Tersangkut di Bebatuan Sungai Gegerkan Kampung Bojongsawah

Pertama kali warga melihat pertama kali dari jari tangan mayat yang menyembul di permukaan air

Mayat Tersangkut di Bebatuan Sungai Gegerkan Kampung Bojongsawah
TRIBUN JABAR/FERRI AMIRIL MUKMININ
Warga Kampung Bojongsawah RT 03/09, Desa Cisarandi, Kecamatan Warungkondang, digegerkan dengan penemuan jasad seorang laki-laki yang tersangkut di bebatuan sungai, Jumat (2/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNNEWS.COM, CIANJUR - Warga Kampung Bojongsawah RT 03/09, Desa Cisarandi, Kecamatan Warungkondang, digegerkan penemuan jasad seorang laki-laki yang tersangkut di bebatuan sungai, Jumat (2/3/2018).

Pertama kali warga melihat pertama kali dari jari tangan mayat yang menyembul di permukaan air.

Belakangan diketahui, mayat pria tersebut bernama Mustofa (63) warga Kampung Kadupugur RT 03/05, Desa Cisarandi, Kecamatan Warungkondang.

Ia diduga terjatuh dari atas jembatan karena menderita gangguan penglihatan.

Mustofa ditemukan dalam kondisi telungkup dan tersangkut di antara bebatuan.

Kapolsek Warungkondang Kompol Maksum mengatakan, jasad Mustofa pertama kali ditemukan oleh Jaenudin (53), warga setempat saat hendak buang air.

“Jaenudin lalu melaporkan penemuan tersebut kepada perangkat Desa Cisarandi, selanjutnya perangkat desa melaporkan kejadian itu ke Polsek Warungkondang setelah adanya laporan itu personel polsek mengevakuasi mayat itu dari sungai dinaikan ke darat,” katanya.

Baca: Mayat yang Ditemukan Di Cakung Ternyata Korban Perampokan

Maksum mengatakan dari keterangan keluarga, Mustofa berangkat dari rumah sekitar pukul 06.00 WIB.

“Korban sempat pamit berangkat ke sawah yang ada di Kampung Jangkrik, yang jaraknya sekitar 1 kilometer,” kata Maksum.

Selama ini korban mengalami gangguan penglihatan, dan diduga korban meninggal dunia akibat jatuh dari jembatan penyeberangan yang ada di sungai itu.

“Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan, diduga korban meninggal dunia akibat terjatuh dari jembatan,” katanya.

Lalu pukul 08.00 WIB korban telah dievakuasi dan langsung dibawa ke RSUD Cianjur.

“Keluaraga korban menolak untuk dilakukan autopsi, sehingga tim forensik hanya memeriksa korban di bagian luar," katanya.

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas