Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

13 Orang di DIY Meninggal Dunia karena Leptospirosis

Sampai sejauh ini, penyakit akibat bakteri leptospira sp yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia telah memakan sejumlah korban

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sugiyarto
zoom-in 13 Orang di DIY Meninggal Dunia karena Leptospirosis
Tribun Jogja/M Fauziarakhman
Grafis Leptospirosis 

Bagaimana tidak, pada 2017 lalu, sebanyak 296 warga terserang leptospirosis, dimana kasus terbanyak dijumpai di Gunungkidul.

"Untuk suspect leptospirosis yang meninggal dunia tahun lalu ada 38 jiwa, di seluruh wilayah DIY. Namun, setelah diaudit, ada 20 yang positif," jelas Rini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, mengatakan, menjaga kebersihan lingkungan menjadi hal yang harus dilakukan, untuk mencegah masuknya virus leptospira sp, yang bisa berdampak pada leptospirosis.

"Penyebabnya kan banyak, ada kubangan air, lingkungan yang tidak bersih. Jadi, ujung-ujungnya ya balik lagi, pada perilaku masyarakat," katanya.

Terlebih, saat musim penghujan seperti sekarang ini, muncul banyak genangan di lingkungan, yang sangat rawan terkontaminasi kotoran tikus.

Lebih lanjut, pihaknya akan mendorong upaya sosialisasi terkait leptospirosis kepada masyarakat luas.

"Sebenarnya (virus) itu kan pindal, pembawanya kotoran tikus. Jadi, di genangan bisa, sawah bisa, bahkan di dalam rumah pun bisa, sepanjang terdapat pindal tikus itu. Makanya, edukasi kepada masyarakat harus ditingkatkan," ungkapnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas