Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tak Terima Ditagih Utang, Mandor Perusahaan Bacok Anak Buahnya

Made Rudi (40) warga Desa Karang Binangun, Kecamatan Semendawai Timur, menjadi korban pembacokan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Tak Terima Ditagih Utang, Mandor Perusahaan Bacok Anak Buahnya
Warta Kota/Rangga Baskoro
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM, OKU TIMUR - Made Rudi (40) warga Desa Karang Binangun, Kecamatan Semendawai Timur, menjadi korban pembacokan.

Pegawai di perusahaan tebu PT Laju Perdana Indah (LPI) tersebut menderita luka bacok di sjumlah tubuhnya.

Ia dibacok beberapa kali ketika mendatangi pelaku untuk menagih utang.

Ironisnya, pelaku sendiri merupakan mandor di Riset PT LPI.

Baca: Warga PALI Dihebohkan Dengan Penangkapan Sosok Mahluk Aneh Bertelinga Lebar

Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut.

Namun korban mengalami luka serius akibat dibacok pelaku ketika lengah.

Rekomendasi Untuk Anda

Peristiwa berdarah tersebut terjadi, Selasa (3/4/2018) sekitar pukul 20.30 WIB di Desa Meluai Indah kecamatan Cempaka Kabupaten OKU Timur.

Informasinya, peristiwa pembacokan karyawan oleh mandor tersebut berawal ketika korban menelpon pelaku dengan maksud untuk menagih hutang.

Pelaku meminta korban menemuinya di gudang PT LPI.

Baca: Pria Ini Parkirkan Motornya Lalu Tangkap Ular Sepanjang 2,5 Meter yang Menghalangi Jalannya

Mendengar pelaku memintanya datang, korban langsung menyanggupi dengan harapan pelaku membayar hutang kepadanya.

Namun sesampainya di Gudang PT LPI korban yang menemui dan menanyakan kepada pelaku masalah hutang tersebut.

Pelaku menjawab bahwa uangnya ada di rumah (barak PT LPI) di Desa Meluai Indah Kecamatan Cempaka.

Kedua pegawai yang merupakan mandor dan karyawan tersebut kemudian berboncengan menuju rumah pelaku dengan menggunakan sepeda motor.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas