Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Sejumlah Siswa SMPN 1 Wates Kesurupan Usai Upacara Bendera

Di unit I ada 7 siswa yang histeris sedangkan di unit II ada 3 siswa dari beragam tingkatan kelas dengan gejala serupa

Sejumlah Siswa SMPN 1 Wates Kesurupan Usai Upacara Bendera
Serambi Indonesia/Bedu Saini
Ilustrasi kesurupan 

Laporan Warrtawan Tribun Jogja  Singgih Wahyu Nugraha

 

TRIBUNNEWS.COM, KULON PROGO  - Sejumlah siswa SMPN 1 Wates dikabarkan mengalami kesurupan, Senin (27/8/2018).

Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo terkesan menutup-nutupi kejadian ini.

Informasi dihimpun, hal itu terjadi selepas upacara pengibaran bendera.

Sejumlah siswa tiba-tiba saja mengalami kejang-kejang dan berteriak histeris dalam waktu hampir bersamaan.

Siswa lalu dibawa ke ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) untuk mendapat pertolongan pertama.

Kabar ini juga sampai ke telinga para wali murid yang kemudian mendatangi sekolah karena khawatir anaknya termasuk di antara yang kesurupan.

"Anak saya tidak kena tapi kan saya tetap khawatir juga. Informasinya, kejadiannya sudah sejak latihan terakhir sebelum lomba baris berbaris tingkat kabupaten," ujar Yani, seorang wali murid asal Pedukuhan Terbah, Pengasih, Kecamatan Pengasih.

Baca: Putranya Jadi Petugas Upacara, Marcell Siahaan Ungkap Rasa Bangganya

Jurnalis sempat dilarang untuk mengambil gambar di dalam sekolah meski kemudian akhirnya diperbolehkan.

Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo juga tidak mengizinkan jurnalis meminta keterangan dari siswa.

Kepala SMPN 1 Wates Tjatur Suratiningsih membantah siswa mengalami kesurupan melainkan siswa sakit karena kondisi fisiknya menurun diduga kecapekan setelah mengikuti serangkaian pawai baris-berbaris dan karnaval peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia beberapa waktu lalu.

Hal itu menyebabkan mereka bertingkah histeris.

Dia menyebut di unit I ada 7 siswa yang histeris sedangkan di unit II ada 3 siswa dari beragam tingkatan kelas dengan gejala serupa.

"Siswa yang histeris itu sebelumnya ikut kegiatan pawai, karnaval, dan marching band. Jadi, mungkin mereka capek," kata Tjatur.

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas