Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Dua Perempuan Cantik Pengajar Pondok Pesantren Meninggal Dunia, Begini Kronologinya

Ketika sedang melakukan pembersihan korban Luluk terpeleset dan masuk ke dalam kolam yang diperkirakan memiliki ke dalaman sekitar tiga meter

Dua Perempuan Cantik Pengajar Pondok Pesantren Meninggal Dunia, Begini Kronologinya
Grid.ID
Ilustrasi tenggelam 

TRIBUNNEWS.COM, BANGKA -  Dua istri cantik pengajar pondok pesantren meninggal dunia dalam waktu bersamaan gara-gara terpeleset.

Kendati berteriak minta tolong, namun karena kebanyakan terminum air kolam, korban tewas.

Kedua korban ini meninggal setelah dibawa ke Pusekesam terdekat.

Dua istri pengajar pondok pesantren (Ponpes) Al Falah, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten OKU Timur, tewas tenggelam, Jumat (5/4/2019).

Keduanya terpeleset dan tenggelam ke kolam di belakang Ponpes Al Falah sekitar pukul 09.30.

Identitas kedua korban yakni Luluk (23 tahun) dan Siti Mahmudah (24 tahun) keduanya tinggal di ponpes Al Falah Desa Sumber Mulyo.

Berdasarkan informasi di lapangan, tenggelamnya kedua korban di kolam belakang pondok pesantren tersebut berawal ketika Luluk dan rekannya Siti Mahmudah melakukan pembersihan di pinggir kolam.

Ketika sedang melakukan pembersihan korban Luluk terpeleset dan masuk ke dalam kolam yang diperkirakan memiliki ke dalaman sekitar tiga meter.

Melihat rekannya terpeleset dan masuk dalam kolam, rekan korban Siti Mahmudah kemudian berteriak dan berusaha memberikan pertolongan.

Baca: Bangkai Paus di Timika Tinggal Tunggu Keputusan Dikubur atau Ditenggelamkan

Namun Siti Mahmudah justru ikut tenggelam.

Teriakan Siti yang melihat rekannya tenggelam terdengar oleh beberapa warga yang ada di Ponpes tersebut dan berusaha memberikan pertolongan.

"Setelah jasad korban ditemukan suami korban kemudian membawanya ke puskesmas BK 3 untuk diberikan pertolongan.

Namun diduga karena kedua korban terlalu banyak meminum air, nyawa keduanya tidak tertolong dan meninggal dunia," ungkap warga sekitar ketika dikonfirmasi.

 Sedangkan Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya melalui kasat Reskrim didampingi Kapolsek Buay Madang membenarkan adanya kejadian.

Polisi, kata dia, saat ini sedang melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui penyebab tenggelamnya kedua warga tersebut. (SP/ Evan Hendra)

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas