Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pemilu 2019

Petugas Sekuriti Bank Ditangkap Atas Dugaan Penyebaran Hoaks Pascapemilu

Polisi menangkap pelaku penyebaran hoaks di media sosial Facebook. Pelaku berinisial DMR kini harus merasakan dinginnya hotel prodeo

Petugas Sekuriti Bank Ditangkap Atas Dugaan Penyebaran Hoaks Pascapemilu
(KOMPAS.com/AGIEPERMADI)
Video hoaks yang disebarkan pelaku di media sosial Facebook. 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Polisi menangkap pelaku penyebaran hoaks di media sosial Facebook. Pelaku berinisial DMR kini harus merasakan dinginnya hotel prodeo Polda Jabar.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, pelaku DMR ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditereskrimsus) Polda Jabar dan anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Tasikmalaya setelah mendapatkan laporan dari masyarakat tentang adanya konten yang tidak layak bersifat hoaks.

"Pelaku ditangkap di Kuningan, Jakarta pada tanggal 22 April 2019," kata Truno saat rilis penangkapan di Mapolda Jabar, Selasa (23/4/2019).

Adapun konten yang disebarkan pelaku melalui media sosial Facebook itu berupa video berdurasi 1 menit yang terjadi di Kecamatan Cipedes, Indihiang, Kota Tasikmalaya.

Video yang disebarkan pascapemilu itu diunggah pelaku melalui ponsel miliknya.

Baca: Anies Baswedan Hapus Kebijakan Ahok, Rumah dan Bangunan di Bawah Rp 1 Miliar Bakal Kena Pajak

Baca: Sudah Rusak, Petugas Kesulitan Otopsi Jenazah Dalam Ember yang Kejutkan Warga Tangsel

Video itu diberikan keterangan dengan judul "Terjadi di Indihiang dan Cipedes Tasikmalaya Jawa Barat Polisi memaksa ingin membuka kotak suara, dihadang oleh FPI, Babinsa, dan relawan 02".

Padahal, menurut Truno, video tersebut berisikan pengamanan yang dilakukan polisi, TNI, linmas, aparatur kecamatan, dan penyelenggara, baik dari Bawaslu maupun KPU.

Namun, berita tersebut dijadikan berita bohong seolah aparat keamanan ingin membobol surat suara di PPK Indihiang.

"Ini dibalikkan suatu caption kata-kata seolah-olah ormas yang menghentikan kegiatan tersebut.

Justru sebaliknya kami mengamankan karena di PPK itu harus steril dan kuncinya gudang PPK ada tiga dari KPU, panwas dan juga dari kepolisian," jelasnya.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas