Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pembunuhan Sadis

BERITA TERKINI, Pembunuhan Ni Putu Yuniawati: Hasil Autopsi Korban hingga Motif Pelaku

BERITA TERKINI, Pembunuhan Ni Putu Yuniawati: Hasil Autopsi Korban hingga Motif Pelaku

BERITA TERKINI, Pembunuhan Ni Putu Yuniawati: Hasil Autopsi Korban hingga Motif Pelaku
TribunMataram Kolase/ TribunBali
BERITA TERKINI, Pembunuhan Ni Putu Yuniawati: Hasil Autopsi Korban hingga Motif Pelaku 

Ruddi mengatakan, lebih lanjut setelah menerima pengakuan Gus Tu, korban mengajak Gus Tu untuk makan dan membuat kesepakatan dengan tersangka.

Baca: Apa Kabar Kawasan Tanjung Lesung Pasca-Diterjang Tsunami Selat Sunda?

Baca: Pagi Ini Tersangka Kasus Pembunuhan Ni Putu Yuniawati Dibawa ke Bali

petugas evakuasi jasad wanita di dalam penginapan.Kabar meninggalnya Ni Putu Yuniawati (38) yang ditemukan di kamar sebuah penginapan membuat syok keluarga
petugas evakuasi jasad wanita di dalam penginapan.Kabar meninggalnya Ni Putu Yuniawati (38) yang ditemukan di kamar sebuah penginapan membuat syok keluarga (kolase tribun bali/bpbd)

Korban ingin melakukan hubungan suami istri setelah mengetahui Gus Tu merupakan seorang gigolo, dengan tarif yang diterima sebesar Rp 500 ribu.

Saat melakukan hubungan suami istri, korban mengeluh dengan layanan yang diberikan oleh tersangka Gus Tu dan mengatakan bahwa tersangka 'tidak memuaskan'.

"Diajak makan dan korban 'ingin' dengan pelaku ini. Akhirnya ada kesepakatan, mereka pergi ke Penginapan Teduh Ayu," ungkap Ruddi.

"Korban mengatakan bahwa 'kamu belum memuaskan, saya sudah rugi, saya sudah berikan kamu handphone namun kamu tidak memuaskan saya'," tambah Ruddi.

Mendengar ungkapan Ni Putu Yuniawati, Bagus Putu Wijaya tersinggung.

Korban lalu ditarik dan dibekap dengan handuk sehingga lemas.

Setelah korban meninggal, Gus Tu meninggalkannya di penginapan.

Baca: Akhir Pelarian Bagus Sebulan Pacari Istri Orang, Bunuh Ni Putu Yuniawati & Gadaikan Mobil Korban

Baca: Balita Ini Tertimpa Tumpahan Nasi di Rice Coocker, Kulitnya Melepuh

3. Korban Berstatus Trainee

Ni Putu Yuniawati sehari-hari bekerja sebagai SPG sebuah diler mobil di Denpasar Barat.

Namun, Ni Putu Yuniawati masih berstatus training.

Rekan kerja Ni Putu Yuniawati mengatakan, korban selama ini dikenal ramah.

"Kalau saya lihat selama korban bekerja itu seperti biasa masuk pagi dan pulang sore, kadang sih malam."

"Selama di kantor korban sangat ramah, kalau ketemu ya saling nyapa kita."

"Korban juga kan baru kerja sebulan jadi masih ya belum begitu kenal terlalu dalam," ujar sumber yang tidak ingin disebutkan namanya itu.

Setiap berangkat kerja dan pulang, rekannya ini melihat korban selalu menggunakan kendaraan sendiri.

"Ya selama korban bekerja kan absen pagi dan absen pulang."

"Memang saat proses training, korban sudah keluar kantor untuk menjual kendaraan kantor, ya bertemu dengan klien."

"Setiap harinya korban pakai sepeda motor sendiri," jelasnya.

g

Mobil jenis Suzuki Ertiga warna putih diamankan dan berada di Mapolresta Denpasar pada Kamis (7/8/2019). Menurut keluarga korban pembunuhan, membenarkan mobil tersebut yang digunakan Ni Putu Yuniawati pada Senin (5/8/2019) malam lalu. (Tribun Bali / Firizqi Irwan)

Baca: Umat Muslim Aboge di Banyumas dan Purbalingga Baru Besok Pagi Rayakan Idul Adha

Baca: Dalam Sebulan 8 Ribu Senjata Diserahkan Kembali di Selandia Baru

4. Hasil Autopsi

Jenazah Ni Putu Yuniawati diautopsi atas persetujuan polisi dan pihak keluarga pada Jumat (9/8/2019).

"Hasil autopsi ditemukan luka-luka memar pada leher dan tanda-tanda mati lemas."

"Sebab mati karena penekanan jalan nafas," kata dr. Dudut Rustyadi, Kepala Intstalasi Forensik RSUP Sanglah Denpasar.

Dudut menegaskan kematian korban karena jalan nafas tertekan dari luar entah itu dicekik atau dibekap.

"Gak harus dicekik. Intinya jalan nafas tertekan dari luar," ujar Dudut.

Dari keterangan polisi, ditemukan sejumlah luka memar pada tubuh korban.

"Hasil dari autopsi dan visum yang dilakukan pada hari Jumat (9/8/2019) pada pukul 08.30 WITA, ditemukan luka-luka memar dibagian leher kiri dan kanan, kedua luka memar di kelopak bawah dan atas mata kanan kiri," ungkap Ruddi .

"Terdapat luka memar pada pipi kiri dan hidung, terdapat luka robek di dalam kelaminnya, dan dibibir kelamin agak bengkak."

"Hasil autopsi bagian luar dan dalam ada resapan darah yakni adanya tanda-tanda kekerasan," tambah Ruddi.

Setelah sempat buron selama tiga hari, Bagus ditangkap tim gabungan dari kepolisian seusai menemui istrinya di Manado.

Wakil Tim Resmob Polda Sulut AKP Sugeng Wahyudi Santoso mengatakan, berdasarkan keterangan pelaku, korban adalah wanita yang baru dipacarinya selama sebulan.

Akibat kejadian tersebut, Gus Tu dikenakan dua pasal yang berbeda.

"Pasal yang kita kenakan kepada tersangka ini adalah pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan pasal pencurian dengan kekerasan 365 ayat 3 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun," jelas Ruddi.

Baca: Viral Video Detik-detik Pemadam Kebakaran Selamatkan Nyawa Anak Kucing dari Badai Lekima di Malaysia

Baca: Begini Nasib Empat Pemuda di Indragiri Hulu yang Videonya Kencingi Bendara Merah Putih Viral

(Tribunnews.com/Bunga) (TribunBali.com/Rizki Laelani/Firizqi Irwan)

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Bunga Pradipta Pertiwi
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pembunuhan Sadis

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas