Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Fakta Baru, Pendiri Komunitas Bumi Datar Tewas Diracun Pembunuh Bayaran Sebelum Dibakar di Mobil

Terungkap fakta baru kasus pembunuhan Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili dan putranya, M Adi Pradana alias Dana.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sugiyarto
zoom-in Fakta Baru, Pendiri Komunitas Bumi Datar Tewas Diracun Pembunuh Bayaran Sebelum Dibakar di Mobil
KOMPAS.com BUDIYANTO/WALDA MARISON
Motif istri bunuh suami dan anak tiri, kronologi lengkap hingga janjikan Rp 500 juta pada pembunuh bayaran. 

TRIBUNNEWS.COM - Terungkap fakta baru kasus pembunuhan Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili dan putranya, M Adi Pradana alias Dana.

Ternyata Pupung Sadili tewas diracun oleh pembunuh bayaran.

Para pembunuh bayaran ini sengaja disewa Aulia Kesuma untuk menghabisi suami dan anak tirinya.

Aulia Kesuma merupakan istri muda dari Pupung.

Dua pembunuh bayaran yang diketahui meracuni Pupung Sadili adalah S dan A.

Mereka memberikan racun tersebut melalui minuman.

Harapan pelaku, Pupung langsung meninggal setelah meminum racun.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, setelah minum racun itu, Pupung Sadili sempat terlihat lemas.

Pupung Sadili tewas di tangan eksekutor suruhan istri
Pupung Sadili tewas di tangan eksekutor suruhan istri (Kolase Tribun Jabar (Kompas.com dan Facebook/Pupung Sadili))

Lalu, korban disebut tak bisa bergerak.

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono seperti yang diberitakan Kompas.com.

Baca: Unggahan Kesedihan Pacar Korban Mayat Tebakar Dalam Mobil di Sukabumi: Masih Berharap Ini Prank

"Tersangka A dan S ini memberikan racun kepada korban (Edi) di minunan dengan harapan langsung meninggal. Setelah dia lemas dicek enggak gerak," ujar Argo.

Selain Pupung Sadili, Dana pun menjadi sasaran pembunuhan.

Rupanya, Aulia Kesuma melibatkan putranya, K dalam pembunuhan.

Ia menyuruh sang anak untuk memberikan minuman keras terhadap anak tiri.

Sejumlah anggota Polres Sukabumi melakukan proses olah tempat kejadian perkara temuan dua jenazah dalam mobil terbakat di Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (25/8/2019).
Sejumlah anggota Polres Sukabumi melakukan proses olah tempat kejadian perkara temuan dua jenazah dalam mobil terbakat di Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (25/8/2019). ((KOMPAS.COM/BUDIYANTO))

K pun menuruti permintaan ibunya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas