Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Balita Ikut Dianiaya Pejabat TPL di Perladangan Kawasan Simalungun, Polisi: Kami Kumpulkan Informasi

Mario yang masih berusia 3 tahun itu ikut menjadi korban keberingasan pegawai PT Toba Pulp Lestari (TPL) di perladangan mereka hingga tak berdaya

Editor: Imanuel Nicolas Manafe
zoom-in Balita Ikut Dianiaya Pejabat TPL di Perladangan Kawasan Simalungun, Polisi: Kami Kumpulkan Informasi
HO/Pengurus Lembaga Adat Lamtoras
Mario Ambarita (3 tahun), korban pemukulan, digendong ayahnya, saat berobat ke Puskesmas Sidamanik, Simalungun, Senin (16/9.2019) 

Judin Ambarita, membeberkan histori lokasi itu.

Tanah moyang mereka yang dicaplok penjajah Belanda pada tahun 1910-an.

Setelah penjajah pulang ke negerinya, tanah tersebut diambil alih pemerintah Republik Indonesia yang merdeka tahun 1945, kemudian diusahai PT Toba Pulp Lestari (TPL).

Humas PT TPL, Norma Hutajulu ketika dikonfirmasi tidak mengelak soal adanya bentrokan tersebut.

Namun, Norma menuding warga yang melakukan tindakan penganiayan dan menyebabkan karuawn TPL terluka.

Katanya, keadian ini bermula sekitar pukul 10.00 WIB.

Personel keamanan yang berjaga di Compt B 068 dan B. 081 melaporkan bahwa warga Sihaporas melakukan penanaman jagung di Compt B 553.

Berita Rekomendasi

Menurutnya, Humas TPL melakukan mediasi dan menyampaikan kepada warga agar kegiatan penanaman jagung diberhentikan dahulu dan diadakan musyawarah dan dibicarakan secara baik-baik.

Saat upaya dialog damai dilakukan Humas TPL untuk dapat duduk berbicara bersama di salah satu tepian lokasi, warga Sihaporas bersikeras melakukan penanaman

Dijelaskannya, areal penanaman tersebut merupakan areal konsesi PT TPL yang telah memiliki izin dan telah memasuki rotasi tanam ekaliptus yang keempat.

Mulia Nauli, Direktur PT TPL mengatakan, “Izin konsesi PT TPL berada di kawasan hutan negara, dengan izin pengelolaan yang terbatas dalam kurun waktu tertentu. Pada pelaksanaan operasionalnya, persero selalu menghormati hak-hak masyarakat dan komunitas adat yang berada dalam wilayah kerja persero dengan mengedepankan proses dialog yang terbuka yang dilandasi undang-undang dan peraturan yang berlaku dalam penyelesaian masalahnya."

Kapolres Simalungun, AKBP Liberty Panjaitan dikonfirmasi Tribun membenarkan kejadian tersebut.


Dia mengungkapkan sudah mengirim personel untuk meredakan persoalan Pascakejadian.

Baca: Balita Meninggal Dunia Setelah Makan Nasi Goreng dari Sekolah Kakaknya, si Kakak Ikut Muntah-muntah

Sampai saat ini, Liberty masih mengumpulkan keterangan dari kedua belah pihak.

"Kita masih mengumpulkam keterangan,"ujarnya.

Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas