Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rusuh di Papua

Terungkap Alasan Ribuan Mahasiswa Papua Pilih Pulang Kampung dari Kota Studi

Alasan tersebut terungkap dari hasil pertemuan Gubernur Papua Lukas Enembe bersama seluruh bupati dan walikota di bumi cenderawasih.

Terungkap Alasan Ribuan Mahasiswa Papua Pilih Pulang Kampung dari Kota Studi
BBC INDONESIA / HEYDER AFFAN
Aksi demo mahasiswa Papua memprotes tindak rasisme. 

TRIBUNPAPUA.COM - Terungkap alasan di balik kembalinya ribuan mahasiswa asal Papua dari tempat mereka menimba ilmu.

Dikutip TribunPapua.com dari laman resmi Pemprov Papua, Rabu (18/9/2019), alasan tersebut terungkap dari hasil pertemuan Gubernur Papua Lukas Enembe bersama seluruh bupati dan walikota di bumi cenderawasih.

Alasan kepulangan ribuan mahasiswa dari kota studi di luar daerah dikarenakan rasa takut akibat merasa diawasi aparat.

Menyikapi hal itu, Gubernur Lukas Enembe menyatakan segera bertemu Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, guna membahas permasalahan tersebut.

 Lukas Enembe Bakal Temui BIN dan Kapolri untuk Bahas Persoalan Mahasiswa Papua Pulang Kampung

"Saya kira alasan kepulangan mahasiswa ini harus dibicarakan bersama pihak terkait. Sehingga jika (semua bupati dan walikota) sepakat, kita undang atau bertemu Kapolri maupun Kepala BIN untuk bicarakan masalah ini serta cari solusinya," terang Enembe di Jayapura, Senin malam.

Sebelumnya alasan kepulangan mahasiswa disampaikan Bupati Nduga Yairus Gwijangge yang menyebut 500 dari 648 mahasiswa yang mengambil studi di luar Papua, telah kembali ke Papua. 
Kepulangan mereka dikarenakan perasaan tidak nyaman.

Bupati Deiyai Ateng Edowai pun menyampaikan hal senada, di mana penyisiran oleh aparat keamanan terhadap mahasiswa Papua di Pulau Jawa mengakibatkan sebagian besar anak-anak bumi cenderawasih, meminta pulang kampung.

Menanggapi laporan itu, Gubernur Lukas menilai perlu ada penelusuran lebih lanjut.

HALAMAN SELENGKAPNYA>>

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Sigit Ariyanto
Sumber: Tribun Papua
  Loading comments...

Berita Terkait :#Rusuh di Papua

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas