Tribun

Abu Razak, Pimpinan KKB yang Tewas Baku Tembak dengan Polisi Ternyata Eks GAM Wilayah Batee Iliek

Menurut Kombes Ery, Abu Razak bergabung dengan GAM tahun 1999 di Wilayah Batee Iliek, Kabupaten Bireuen.

Penulis: Subur Dani
Editor: Dewi Agustina
Abu Razak, Pimpinan KKB yang Tewas Baku Tembak dengan Polisi Ternyata Eks GAM Wilayah Batee Iliek
Dok Serambi
Mantan panglima GAM Wilayah Batee Iliek, Darwis Jeunieb 

Dalam keterangan Kabid Humas, polisi juga mencatat bahwa Abu Razak pernah menjadi anggota GAM.

Mantan panglima GAM Wilayah Batee Iliek, Darwis Jeunieb
Mantan panglima GAM Wilayah Batee Iliek, Darwis Jeunieb (Dok Serambi)

Menurut Kombes Ery, Razak bergabung dengan GAM tahun 1999 di Wilayah Batee Iliek, Kabupaten Bireuen.

"Tahun 1999 Abu Razak bergabung dengan GAM Wilayah Batee Iliek, Bireuen dengan peran memperbaiki atau service senjata api," kata Ery.

Atas keterangan Kabid Humas tersebut, Serambinews.com coba menelusurinya melalui mantan panglima GAM Wilayah Batee Iliek, Darwis Jeunieb.

"Benar, dia pernah bergabung dengan GAM, tapi saya tahun tidak terlalu ingat lagi tahun berapa. Tapi, setelah damai dia (Abu Razak) sudah beda dengan kita, sudah beda haluan, dia buat ulah," kata Darwis Jeunieb kepada Serambinews.com, Jumat (20/9/2019).

Darwis juga membenarkan, bahwa Abu Razak punya keahlian dalam membuat senjata di kala itu.

"Iya, dia bisa sedikit-sedikit buat senjata rakitan, tapi masa itu dia tidak terlalu bergabung dengan saya," kata Darwis.

Menurut Darwis, Abu Razak berasal dari Aceh Utara.

Baca: Jubir KPK: dalam 6 Bulan, Rp 28,7 Triliun Uang Negara Diselamatkan

Dia masuk GAM ke wilayah Batee Iliek melalui rekan-rekannya.

Hingga akhirnya, Razak juga bergerilya di belantara Bireuen kala itu.

Halaman
1234
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas