Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kesaksian Pemilik Kebun yang Melihat Kegiatan Diksar Menwa Unitas: Dipukul dengan Kayu atau Ranting

Ini kesaksian warga sekitar yang melihat kegiatan Diksar Menwa Universitas Taman Siswa (Unitas).

Kesaksian Pemilik Kebun yang Melihat Kegiatan Diksar Menwa Unitas: Dipukul dengan Kayu atau Ranting
Sripoku
Jenazah Muhammad Akbar saat akan dibawa ke rumah duka, Kamis (17/10/2019). Fakta Mahasiswa Unitas Palembang Tewas Saat Pradiksar, Hasil Visum Bagian Vital, Komandan Minta Maaf 

TRIBUNNEWS.COM - Kasus kematian Muhammad Akbar (19) Mahasiswa Universitas Taman Siswa (Unitas) Palembang yang tewas saat mengikuti pra Diksar Menwa cukup mengejutkan banyak pihak.

Pasalnya dari hasil visum yang dilakukan pihak RS Bhayangkara Palembang, ditemukan adanya dugaan kekerasan pada Akbar.

Pada hasil visum ditemukan adanya tanda kekerasan akibat benda tumpul di bagian vital korban.

Acara diksar itu dilakukan di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Peristiwa itu juga mengejutkan Usman (55), warga desa setempat yang memiliki lahan di sebelah lokasi tempat diadakannya Diksar Menwa.

Baca: Pria 60 Tahun Asal Lamongan Cabuli Anak Tetangga di Kandang Sapi, Pengakuan Pelaku Bikin Kaget

Usman mengatakan, lokasi kebunnya hanya dibatasi pagar dengan tenda peserta Diksar Menwa Universitas Taman Siswa Palembang.

Rombongan Diksar menwa itu juga sudah berada di lokasi, 4 hari sebelum kejadian meninggalnya satu peserta Diksar.

Dengan demikian, Usman sudah beberapa kali melihat proses pelatihan peserta Diksar menwa tersebut.

Menurut keterangan Usman, peserta diksar rata-rata berkepala botak.

HALAMAN SELANJUTNYA>>>>>>>>

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas