Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Jadi Tersangka Kasus Meikarta, Bos Lippo Cikarang Lawan KPK, Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel

Bartholomeus Toto resmi mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Praperadilan itu‎ ditujukan pada Komisi Pemberantasan Korupsi

Jadi Tersangka Kasus Meikarta, Bos Lippo Cikarang Lawan KPK, Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Tribunnews/JEPRIMA
Mantan Presiden Direktur Lippo Cikarang Bartholomeus Toto resmi ditetapkan sebagai tersangka usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2019). Toto dijerat KPK sebagai tersangka karena diduga memberi suap kepada eks Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin. KPK menduga Toto merestui pemberian duit Rp 10,5 miliar kepada Neneng untuk memuluskan perizinan Meikarta. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG-‎ Tersangka kasus suap izin peruntukan dan penggunaan tanah (IPPT) untuk proyek Meikarta, Bartholomeus Toto resmi mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Praperadilan itu‎ ditujukan pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Betul, gugatan praperadilannya sudah kami ajukan ke PN Jakarta Selatan. Sudah diterima Panitera. Sidangnya belum dijadwalkan," ujar Supriyadi via ponselnya, Rabu (27/11/2019).

Toto ditahan KPK pada Rabu (20/11/2019). Penasehat hukum Toto, Supriyadi mengatakan, gugatan praperadilan akan didaftarkan ke Pengadilan Jakarta Selatan pada Senin (25/11/2019).

Praperadilan diatur di Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) bisa diajukan oleh tersangka, untuk menguji sah atau tidaknya penetapan tersangka, penahanan, penggeledahan hingga penyitaan serta sah atau tidaknya SP3.

 

"Kami mengajukan praperadilan karena penetapan tersangka hanya berdasarkan satu alat bukti," ujar Supriyadi.

Di persidangan kasus Meikarta, Kepala Divisi Land and Ackuisition PT Lippo Group, Edi Dwi Soesianto menyebut Bartholomeus menerima uang Rp 10,5 miliar dari sekretaris Toto, Melda Peni Lestari. Pemberian uang itu disebut Edi, sepengetahuan Bartholomeus Toto.

Penyerahan uang dilakukan di helipad PT Lippo Cikarang. Uang itu kemudian diberikan secara bertahap pada Bupati Bekasi pada Juni, Juli, Agustus, September, November 2017 dan Januari 2018.

"Di persidangan, baik Melda dan Toto membantah telah memberikan uang itu ke Edi Dwi Soesianto. Artinya, kesaksian pemberian uang Rp 10,5 miliar itu tidak ‎disertai alat bukti pendukung lain," ujar dia.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jabar
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas