Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ritual Kuda Lumping Berujung Maut, Begini Kronologinya Seorang Ibu PKK Tewas Jadi Korbannya

Gara-gara ritual kuda lumping, Lisnawati meregang nyawa karena kehilangan banyak darah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Ritual Kuda Lumping Berujung Maut, Begini Kronologinya Seorang Ibu PKK Tewas Jadi Korbannya
Dok Polisi
Ilustrasi - Pawang Kuda Lumping Tewas Usai Atraksi Memecahkan Genteng dengan Kepala 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Gara-gara ritual kuda lumping, Lisnawati meregang nyawa karena kehilangan banyak darah.

Warga Jalan Pematang Siombak, Lingkungan VII, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, itu meninggal pada Kamis (5/12/2019) malam.

Malam itu Warsidi bersama teman-temannya melakukan ritual kudang lumping di teras rumah.

 

Warsidi tak menggubris dan melanjutkan ritual kuda lumping bersama teman-temannya.

Tiba-tiba batu, entah siapa yang melempar, jatuh di atap rumah Warsidi.

Warsidi tersulut emosi dan mendatangi kerumunan warga sampai terlibat adu mulut.

Suasana semakin panas, Warsidi bersama Bagus Sanjaya, adiknya, berkelahi dengan beberapa pemuda setempat.

Di tengah perkelahian Warsidi dan Bagus melawan pemuda setempat, Lisnawati datang mendekat untuk melerai.

Sialnya, wanita 45 tahun yang diketahui aktif di PKK dan Karang Taruna ini mendapat tikaman senjata tajam Warsidi.

Lisnawati mendapat luka di perut dan kepala.

Rekomendasi Untuk Anda

“Ibu itu mau melerai, rupanya pelaku (Warsidi) menikam ibu (Lisnaswati) hingga jatuh," ungkap Rudi, warga dan saksi mata di lokasi.

Spontan warga langsung melarikan korban ke Rumah Sakit Eshmun, Marelan.

"Namun, setibanya rumah sakit ia meninggal dunia,” sambung Rudi.

Perbuatan Warsidi mengundang emosi warga.

Tanpa basa-basi mereka mengamuk dan mengeroyok Warsidi dan adiknya.

Bapak anak lima ini sekarat dihujani pukulan bertubi-tubi oleh warga, begitu juga Bagus.

Keduanya langsung diamankan warga.

“Pelaku sekarat dipukuli oleh massa. Pelaku sekarang dirawat di Rumah Sakit Eshmun Marelan," ungkap Rudi.

"Selain itu, rumahnya juga habis diobrak-abrik warga."

"Sedangkan adiknya si Bagus sudah diamankan polisi,” beber dia.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis mengatakan, Lismawati dan Bagus warga Jalan Pematang Siombak Lingkungan 7.

"Diduga ada selisih paham yang berujung penganiayaan pada Kamis (5/12/2019) malam," ungkap Ikhwan kepada Tribun Medan, Minggu (8/12/2019).

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas