Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tukang Betor Tertangkap Dengan Puluhan Kilogram Sabu di Rumahnya

Pengungkapan dan penggerebekan dipimpin langsung oleh Deputi Pemberantasan Narkoba BNN RI Irjen Arman Depari.

Tukang Betor Tertangkap Dengan Puluhan Kilogram Sabu di Rumahnya
Muhammad Fadli Taradifa/Tribun medan
Deputi Pemberantasan Narkoba BNN RI, Irjen Arman Depari menunjukkan barang bukti narkoba di kantor BNNP Sumut, Medan, Rabu (11/12/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN-RI) bersama BNNP-Sumut berhasil gagalkan peredaran narkotika asal Malaysia yang akan diedarkan menjelang pergantian tahun baru di Kota Medan.

Penggerebekan tersebut berlangsung di dua lokasi berbeda yakni di Jalan Letda Sujono dan di Jalan Tirtosari/Pertiwi, Kecamatan Medan Tembung pada Selasa (10/12/2019) kemarin.

Pengungkapan dan penggerebekan dipimpin langsung oleh Deputi Pemberantasan Narkoba BNN RI Irjen Arman Depari.

Dalam pengungkapan kasus yang berlangsung di kantor BNNP-Sumut, Jalan Balaipom Medan Estate, Irjen Arman Depari mengatakan bahwa penangkapan pertama sebanyak 2 kg sabu yang dikemas dalam bentuk teh China.

"Pertama narkoba kita sita di Jalan Letda Sujono dan kedua di perumahan warga di kawasan Tembung. Penangkapan pertama 2 kilogram," ujarnya, Rabu (11/12/2019).

Baca: Kapten Kapal Batubara Nyambi Jadi Bandar Narkoba, Tertangkap Saat Bawa 78 Kg Sabu

Baca: Simpan Sabu di Selangkangan, Bandar Narkoba Ini Ditembak Polisi

Baca: Buru Bandar Narkoba, Polisi di Mesuji Dilempar Zat Kimia dan Nyaris Ditabrak

Lanjut Irjen Arman Depari, setelah dilakukan pengembangan, petugas menggeledah tempat kedua dua dengan menggunakan anjing pelacak.

Hasilnya, ditemukan barang bukti lainnya.

"Ada puluhan kilo barang bukti dalam lemari di dalam koper, tas dan plastik. Narkoba ini berasal dari Malaysia, melalui kapal-kapal kayu. Serah terima di tengah laut. Ini sindikat internasional," katanya.

Setelah diterima dari kapal ke kapal, lanjut Arman, lalu ke koordinat Tanjungbalai dan Medan.

"Setelah ke Kota Medan baru ke TKP yang kita sita kemarin. Setelah kita lihat bahwa pelaku ini tidak hanya sebagai gudang, tapi juga pengedar. Dia adalah pengecer dengan jumlah yang kecil," jelasnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas