6 Fakta Tewasnya Asfani Diserang Harimau, Organ Tubuh Tak Lengkap hingga Kuburan Dibongkar Kembali
Berikut fakta penemuan mayat Asfani warga Desa Pajar Bulan, Kecamatan Mulak Ulu, Lahat, yang tubuhnya tak lagi utuh dan diduga diserang Harimau.
Penulis: Arif Tio Buqi Abdulah
Editor: Tiara Shelavie

Dugaan kuat Rahmat, Asfani dimakan harimau, karena dia berasumsi melihat tapak harimau di kebun.
"Yang kami yakin itu kakak ipar kami, apalagi ditemukan pakaianya," kata dia, dikutip dari TribunSumsel.com.
Saat itu, Rahmat sudah berfikir hal negatif mengenai kakak iparnya tersebut.
Benar saja, pikiran negatif Rahmat menjadi kenyataan, ia menemukan potongan paha kiri yang berjarak 50 meter dari pondok.
Tak hanya itu, berjarak sekitar 40 meter dari penemuan potongan tubuh yang pertama, ia kembali menemukan potongan tangan.
Selain itu sekitar 50 meter dari penemuan tangan, kembali ditemukan kerangka kepala.
Belum semua potongan tubuh dari Asfani ditemukan. Evakuasi sempat dihentikan karena hujan deras yang mengguyur.
Dikerubuti Belatung
Pihak keluarga yang menemukan potongan tubuh korban, menduga Asfani diterkam Harimau dan langsung membawanya ke RSUD Lahat untuk diperiksa.
"Keluarga juga setuju membawa ke RSUD sehingga bisa mendapat petunjuk atas kematian korban," kata Rahmat, adik ipar Asfani.
Dr Ira, dokter RSUD Lahat yang memeriksa Asfani menduga korban telah meninggal lebih dari 24 jam, hal itu karenda jasadnya telah dikerubuti belatung.
Namun demikian, untuk penyebab pasti meninggalnya Asfani belum dapat disimpulkan, karena tubuh korban tak lagi utuh.
"Kita belum dapat simpulkan," tutur Dr Ira, dilansir TribunSumsel.com.
Dikubur Lalu Dibongkar