Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kecelakaan Maut di Pagaralam

Update Evakuasi Kecelakaan Bus Sriwijaya, Kendala Tim SAR hingga Korban Meninggal Terjebak di Bus

Korban meninggal dalam kecelakaan bus Sriwijaya akibat terkurung dalam badan bus. Selain itu juga banyak meminum air sungai karena terjebak dalam bus.

Update Evakuasi Kecelakaan Bus Sriwijaya, Kendala Tim SAR hingga Korban Meninggal Terjebak di Bus
TribunMataram Kolase/ (HANDOUT/SAR PALEMBANG)
Proses evakuasi penumpang bus Sriwijaya yang jatuh ke jurang saat melintas di di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Tengah , kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019). Update Evakuasi Kecelakaan Bus Sriwijaya, Kendala Tim SAR hingga Korban Meninggal Terjebak di Bus. 

TRIBUNNEWS.COM - Proses evakuasi kecelakaan Bus Sriwijaya tujuan Bengkulu-Palembang yang terjun di Sungai Lematang, Pagaralam, Sumatera Selatan masih terus berlanjut.

Hingga Rabu (25/12/2019) sore, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polri, TNI dan lainnya berhasil menemukan total 34 korban yang meninggal dunia.

Sementara dilaporkan bus tersebut mengangkut total 54 penumpang beserta sopir dan kondektur.

Sebanyak 13 penumpang dilaporkan selamat dalam kecelakaan maut tersebut dan kini masih ada sekitar 7 orang yang belum ditemukan.

Kepala Kantor Basarnas Palembang, Berty DY Kowass mengatakan tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian korban.

Badan Bus Sriwijaya bernopol BD 7031 AU tersebut masuk kedalam aliran Sungai Lematang.

Dalam proses evakuasi, diungkapkan Berty, tim SAR sedikit mengalami kendala terkait penyelaman.

Pasalnya lokasi evakuasi terdapat cekungan air atau pusaran air yang cukup deras.

"Kendala yang dihadapi tim SAR gabungan ini yakni saat penyelaman. Karena kendalanya itu ada cikungan air atau lubuk atau pusaran air yang deras sehingga menyulitkan penyelam," ungkap Berty DY Kowas, dikutip dari Sripoku.com.

Namun demikian, ia mengatakan Tim Sar akan terus melakukan pencarian, terlebih karena data penumpang atau manifestnya itu tidak pasti.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Arif Tio Buqi Abdulah
Editor: Miftah
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas