Kronologi Penggerebekan Pabrik Senpi Rakitan Ilegal di Lampung
Berdasarkan informasi tersebut, lanjut M Barly Ramadany, pihaknya melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut.
Editor: Malvyandie Haryadi
"Hanya saja, ini offline, tidak daring (online), jadi pembeli langsung mendatangi bengkelnya yang berada di belakang rumah," beber M Barly Ramadany.
Terkait amunisi senpi rakitan, M Barly Ramadany mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman.
"Untuk peluru, masih kami dalami, pelaku ini bisa dapat dari mana (peluru atau amunisi)," tandas M Barly Ramadany.
Senpi Rakitan Dihargai Rp 5 Juta
Jual senjata api (senpi) rakitan ilegal, FW (47) bandrol harga Rp 2 juta hingga Rp 5 juta.
Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Ariyanto mengatakan, FW menjual senpi rakitan ilegal berdasarkan pemesanan.
"Modusnya berdasarkan pemesanan, ada jenis laras panjang, jenis revolver, tergantung pesanan," kata Purwadi Ariyanto, Senin 30 Desember 2019.
Terkait penyebaran, terus Purwadi Ariyanto, pihaknya masih melakukan pengembangan.
"Yang jelas pelaku ini menjual senjata api dari Rp 2 juta hingga Rp 5 juta," sebut Purwadi Ariyanto.
Purwadi Ariyanto menambahkan, dengan tertangkapnya pelaku ia berharap nantinya dapat berkembang ke pembeli.
"Kalau mereka (pembeli) bisa menyerahkan diri, kami akan pertimbangkan, kalau tertangkap beda lagi," tandas Purwadi Ariyanto.
Amankan Puluhan Barang Bukti
Gerebek industri rumahan alias home industry pembuatan senjata api (senpi) rakitan ilegal, Polda Lampung amankan puluhan alat pembuat senpi rakitan.
Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Ariyanto mengatakan, dari hasil penggerebekan pabrik senpi di Sukadana, Lampung Timur (Lamtim), pihaknya mengamankan puluhan alat perakitan.