Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Fakta Lengkap Pembunuhan Gara-Gara Pelaku Dipanggil Gendut, Rencanakan Membunuh Seminggu Sebelumnya

Pelaku mengaku sakit hati karena sering dirundung korban dengan panggilan "gendut" dan sering disebut boboho

Fakta Lengkap Pembunuhan Gara-Gara Pelaku Dipanggil Gendut, Rencanakan Membunuh Seminggu Sebelumnya
TribunMataram Kolase/ Facebook
Pembunuh dan pembakar wanita di Banyuwangi 

Sedangkan ponsel korban dijual seharga Rp 1,2 juta.

6. Belikan baju usai jual motor dan ponsel korban

Pelaku sempat menggunakan uang hasil penjualan untuk membeli baju istrinya.

Sementara sisanya digunakan untuk menebus motornya yang telah digadaikan.

Sebelum berhasil ditangkap oleh polisi, pelaku sempat sembunyi di salah satu hotel.

7. Tewas sebelum dibakar

Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Arman Asmara Syarifuddin menegaskan korban meninggal bukan karena dibakar tapi dibunuh lebih dahulu oleh pelaku.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang menunjukkan bahwa tidak ada bekas asap di tenggorokan korban.

"Korban meninggal dunia karena ada tekanan di leher sebelah kiri. Yang pasti korban kekurangan oksigen. Dan tidak benar korban meniggal karena terbakar," jelas Arman.

Dugaan awalnya ada empat tersangka namun setelah dikerucutkan oleh polisi, diketahui bahwa korban dibunuh oleh Ali Heri Sanjaya, rekan kerjanya di warung makan.

8. Direncanakan seminggu sebelumnya

Arman mengatakan pelaku sudah merencanakan seminggu sebelum pembunuhan dilakukan.

Baru kenal kurang dari sebulan Ali Heri Sanjaya mengaku belum sebulan mengenal korban Rosidah.

9. Sering dipanggil boboho, gendut dan sumo

Saat di warung makan, Ali mengaku tidak ikut melayani pembeli.

Ia membantu untuk membuka warung saat pagi hari dan bersih-bersih warung.

Setelah pekerjaanya selesai, ia kembali ke belakang warung untuk tidur.

Selama kenal di warung makan, menurut Ali Heri Sanjaya, Rosidah beberapa kali mengolok-olok dirinya.

"Setiap saya ambil minum ke depan, di hadapan banyak orang, dia mengatakan awas ada sumo. Kan saya malu. Engga jadi ambil minum ke belakang lagi. Besoknya manggil boboho, gendut gitu. Sering itu. Itu bikin saya sakit hati," katanya.

Ali mengaku sudah berencana untuk membunuh Rosida karena sakit hati.

"Setelah membunuh, mungkin kalo tidak jerami saya tidak akan membakar. Saya bakar karena ada jerami dan untuk menghilangkan jejak. Itu saja," katanya.

10. Bom waktu

Betty Kumala Febriawati, psikolog RSUD Blambangan mengatakan pembunuhan yang dilakukan Ali Heri adalah bom waktu yang meledak karena ia lama menahan rasa sakit hati.

Hal tersebut membuat Ali Heri agresif hingga melakukan kekerasan fisik.

"Mengolok atau menghina seseorang entah itu tujuannya bercanda,adalah perilaku bullying. Itu bisa mempengaruhi kejiwaan seseorang," jelas Betty.

Jika tidak mengontrol emosi, menurut Betty, maka korban perundungan bisa melakukan perilaku agresif.

"Perilaku agresif ini ada agresif kekerasan fisik, kekerasan verbal, dan kekerasan seksual. Membunuh ini salah satu perilaku kekerasan fisik," jelasnya.

"Jika tidak terkontrol maka muncullah emosi seperti itu," katanya. (kompas tv/rahmawati)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perundungan Berujung Maut, Gara-gara Panggilan Gendut"

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Kompas TV
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas