Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tolak Penangguhan Penahanan, PGRI Harap Tersangka 'Susur Sungai' Mengajar Lagi Setelah Dihukum

Tiga Pembina Pramuka yang dijadikan tersangka dalam tragedi susur sungai. PGRI berharap mereka bisa mengajar lagi usai jalani masa hukuman.

Tolak Penangguhan Penahanan, PGRI Harap Tersangka 'Susur Sungai' Mengajar Lagi Setelah Dihukum
Tribun Jogja/Hasan Sakri Ghozali
Tiga Pembina Pramuka SMPN 1 Turi yang dijadikan tersangka dalam tragedi susur sungai siswa SMPN I Turi, Sleman. 

TRIBUNNEWS.COM - Ketiga tersangka tragedi susur sungai di Sleman menolak pengajuan penangguhan penahanan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Satu di antara tersangka yang bernisial IYA mengungkapkan alasannya.

Menurut IYA, ada tiga alasan dirinya dan dua tersangka lain menolak penangguhan penahanan tersebut.

"Ini kan risiko kami, memang harus dipertanggungjawabkan."

"Pertama, kami harus mempertanggungjawabkan kepala Allah."

"Kedua keluarga korban, yang ketiga mempertanggungjawabkan pada hukum," kata IYA, Rabu (26/2/2020) di Mapolres Sleman, melansir dari Kompas.com.

Sebelum itu, PGRI sebenarnya telah menyetujui penangguhan penahanan untuk tiga tersangka yakni IYA, R, dan DDS.

"Mereka mengatakan, 'kami tidak berhasil penangguhan penahanan'," ujar Ketua Pengurus Besar PGRI, Unifah Rosidi saat ditemui di Mapolres Sleman, Kamis (27/2/2020).

Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan dua tersangka baru pada kasus kecelakaan air susur sungai sempor yang dilakukan oleh siswa SMPN 1 Turi. Total ada tiga tersangka masing-masing adalah IYA, DS, dan R.
Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan dua tersangka baru pada kasus kecelakaan air susur sungai sempor yang dilakukan oleh siswa SMPN 1 Turi. Total ada tiga tersangka masing-masing adalah IYA, DS, dan R. (Tribun Jogja/Hasan Sakri Ghozali)

Ketiga tersangka memilih menjalani proses hukum di tahanan Mapolres Sleman.

Hal itu dilakukan guna menebus kesalahan atas keluarga korban yang telah kehilangan anak mereka.

Halaman
123
Penulis: Inza Maliana
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas