Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pengukuran Jarak Seleksi Jalur Zonasi PPDB Tahun Ajaran 2020/2021 Kota Surakarta Gunakan Metode Baru

Dinas Pendidikan Kota Surakarta akan menggunakan metode baru dalam pengukuran jarak dari rumah ke sekolah pilihan terkait jalur seleksi zonasi PPDB.

Pengukuran Jarak Seleksi Jalur Zonasi PPDB Tahun Ajaran 2020/2021 Kota Surakarta Gunakan Metode Baru
Tribun Jateng /Hermawan Handaka
Ilustrasi - Dinas Pendidikan Kota Surakarta akan menggunakan metode baru dalam pengukuran jarak dari rumah ke sekolah pilihan terkait jalur seleksi zonasi PPDB. 

TRIBUNNEWS.COM - Tim Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Tarno S.Pd, M.Pd, mengungkapkan akan ada metode baru terkait pengukuran jarak dari rumah ke sekolah pilihan pendaftar pada seleksi jalur zonasi.

Hal tersebut disampaikan secara langsung melalui aplikasi Zoom meeting dalam Sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Surakarta, Rabu (27/5/2020).

Tarno menuturkan, pelaksanaan PPDB untuk tahun ajaran 2020/2021 kali ini tidak jauh berbeda dari sebelumnya.

Baca: Kapan Jadwal Masuk Sekolah? Kemendikbud Siapkan Skenario hingga Petunjuk Teknis PPDB 2020

Namun, karena adanya pandemi Corona atau Covid-19, seluruh rangkaian pendaftaran akan dilakukan secara online atau daring.

Pendaftaran bisa dilakukan secara daring melalui rumah masing-masing tanpa harus ke sekolah tujuan.

Meski demikian, Tarno masih memperbolehkan bagi pendaftar yang mengalami kesulitan untuk meminta bantuan pada orang lain seperti tetangga atau guru sekolah.

Tim Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Tarno S.Pd, M.Pd mengungkapkan akan ada metode baru terkait pengukuran jarak dari rumah ke sekolah pilihan pendaftar pada seleksi jalur zonasi.
Tim Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Tarno S.Pd, M.Pd mengungkapkan akan ada metode baru terkait pengukuran jarak dari rumah ke sekolah pilihan pendaftar pada seleksi jalur zonasi. (Tribun Jateng /Hermawan Handaka)

Seperti kesulitan mengakses atau perangkat yang kurang mendukung.

Adanya pendaftaran daring ini diharapkan tidak menimbulkan kerumunan massa sehingga dapat memutus rantai penularan Covid-19.

"Pada dasarnya pelaksanaan PPDB sama seperti tahun 2019," terang Tarno.

"Namun, karena Corona semua dilakukan secara daring," tambahnya.

Halaman
1234
Penulis: Febia Rosada Fitrianum
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas