Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Polda Papua Bantah Ada Penyerangan dan Perampasan Senjata di Pos TNI-Polri Nduga

Polda Papua sebut informasi penyerangan dan perampasan tersebut tidak benar alias hoaks

Polda Papua Bantah Ada Penyerangan dan Perampasan Senjata di Pos TNI-Polri Nduga
youtube
Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal dalam jumpa pers di Polda Papua, Rabu (15/11/2017). 

‎Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAYAPURA - Polda Papua membantah kabar adanya penyerangan dan perampasan senjata di pos TNI-Polri di Nduga, Papua pada 18 hingga 25 Mei 2020 lalu.

Bantahan tersebut merujuk pada informasi yang tersiar di beberapa media menyebutkan ada penyerangan dari kelompok kriminal bersenjata atau KKB dalam rentan waktu tersebut.

Baca: Petugas Pamdal Dianiaya Bocah 13 Tahun: Dilempar Batu Hingga Dipukuli di Bagian Kepala

“Informasi bahwa KKB melakukan penyerangan dan perampasan amunisi serta menduduki empat pos darurat TNI-Polri di Kabupaten Nduga tidak benar atau hoaks,” tegas Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal‎ dalam keterangannya, Kamis (28/5/2020).

Kamal mengatakan, Sebby Sambom yang merupakan Jubir Komnas-Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dalam rilisnya menyebu telah melakukan penyerangan terhadap pos TNI-Polri yang ada di Kabupaten Nduga.

Selain itu, KKB mengklaim telah merampas amunisi serta alat komunikasi lainnya milik TNI-Polri.

Menurut Kamal, apa yang disampaikan itu merupakan upaya provokatif dari KKB pimpinan Egianus Kogoya.

Di mana mereka terus menyebarkan informasi yang menimbulkan kepanikan warga di Papua, khususnya di Kabupaten Nduga.

"Polda Papua tidak pernah menerima laporan dari polres jajaran terkait kejadian tersebut," kata Kamal.

"Yang terjadi yaitu penganiayaan dan perampasan senjata api milik anggota Polri yang berada di Pos Pol 99 Polres Paniai pada hari Jumat tanggal 15 Mei 2020,” ungkap Kamal.

Selain kejadian itu, KKB juga melakukan aksinya di beberapa daerah seperti penembakan terhadap warga di Mile 61 Area Freeport Kabupaten Mimika pada hari Kamis tanggal 21 Mei 2020.

Baca: Kisah Seekor Anjing Rela Mati Demi Selamatkan Keluarganya dari Serangan Ular Berbisa

Ada juga penembakan terhadap dua petugas medis di Intan Jaya pada hari Jumat tanggal 22 Mei 2020 lalu.

“Kami akan terus mengejar para pelaku, memang anggota kami di lapangan mengalami hambatan terkait medan yang sulit tetapi itu bukan suatu halangan bagi TNI-Polri untuk melakukan penegakan hukum kepada kelompok KKB,” tambahnya.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas