Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kawanan Harimau Dekati Pemukiman Sekundur Aceh Tamiang, Diduga Ada 6 Ekor dan Nyaris Serang Sapi

Berdasarkan laporan warga, di sekitar lokasi ada enam ekor harimau berbeda yang sering terlihat warga

Kawanan Harimau Dekati Pemukiman Sekundur Aceh Tamiang, Diduga Ada 6 Ekor dan Nyaris Serang Sapi
Foto: tangkapan layar
Seekor harimau terlihat berada di areal perkebunan Tenggulun, Aceh Tamiang. Kemunculan predator ini semakin meresahkan karena mulai menyerang ternak milik warga 

TRIBUNNEWS.COM, ACEH - Harimau diketahui mulai mendekati pemukiman Desa Sekundur, Kecamatan Tenggulun, Aceh Tamiang dalam beberapa hari terakhir ini.

Warga minta petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk segera bertindak dengan menangkap binatang buas itu.

Kemunculan harimua terlihat jelas dan sempat direkam warga ketika berada di perkebunan sawit kawasan Sekundur, Kecamatan Tenggulun pada Selasa (7/7) sore.

Hewan buas ini kembali terlihat pada Rabu (8/7/) pagi, bahkan dilaporkan sempat menyerang seekor sapi milik warga, tetapi tidak sempat dimangsa.

“Ada lagi laporan kemunculan harimau, bahkan sempat menyerang lembu walau tidak sempat dimangsa,” kata Hendra, warga Sekundur kepada Serambi, Rabu (8/7/2020).

Dia tidak bisa memastikan dua kemunculan itu merupakan harimau yang sama, namun berdasarkan laporan warga, di sekitar lokasi ada enam ekor harimau berbeda yang sering terlihat warga.

Baca: Warga Aceh Tamiang Resah Dengan Kemunculan Harimau di Dekat Permukiman dan Sempat Serang Ternak

“Kalau kami belum bisa menyimpulkan apakah itu harimau yang sama atau berbeda, tapi masyarakat melaporkan ada lebih dari satu ekor harimau, karena ukurannya berbeda,” lanjut Hendra.

Hendra memastikan kasus ini telah mereka koordinasikan dengan BKSDA agar segera dilakukan penangkapan. 

Dia berharap penangkapan ini dilakukan serius karena masyarakat telah dihantui ketakutan menjadi mangsa harimau.

“Jangan sampai ada korban, baik dari pihak warga ataupun harimau itu mati karena diburu warga yang ketakutan,” sambungnya.

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas