Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Sadar Dilecehkan Pelaku Fetish Kain Jarik, Kenapa Korban Tak Lapor Polisi?

SW mengaku jadi korban pelaku fetish kain jarik berinisial G. Mereka sama-sama mahasiswa angkatan 2015 di Universitas Airlangga.

Editor: Willem Jonata
zoom-in Sadar Dilecehkan Pelaku Fetish Kain Jarik, Kenapa Korban Tak Lapor Polisi?
Twitter.com/@m_fikris
Sebuah utas yang menceritakan penyimpangan seksual fetish kain jarik dari lelaki bernama 'Gilang' viral di jagat maya. 

Berharap Segera Ada Tindakan

Sebagai salah satu korban Gilang, SW berharap pelaku mendapatkan sanki yang tegas.

"Karena udah banyak banget yang speak up. Saya merasa ini sudah waktunya untuk dimajukan ke jalur hukum. Saya juga bakal kooperatif, baik sebagai saksi maupun korban," katanya.

Ia juga berharap para korban bisa mendapatkan pendampingan dari psikolog.

"Soalnya saya pernah baca bahwa korban bisa kemungkinan menjadi pelaku untuk melampiaskan kekesalan. Jadi, para korban butuh difasilitasi dan diakomodasi," tandasnya.

Unair buka hotline

tribunnews
Rektorat Unair (Kompas.com)

Kasus pelecehan fetish kain jarik yang dilakukan mahasiswa berinisial G, membuat pihak kampus Universitas Airlangga mengambil langkah cepat. 

Berita Rekomendasi

Unair membuka layanan pengaduan (hotline) yang siap menampung laporan korban atau pihak yang pernah mendapatkan perlakuan serupa dari G. 

Pembukaan hotline ini diungkapkan Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair, Prof. Diah Ariani Arimbi dalam rilis resmi yang diterima surya.co.id, Kamis (30/7/2020). 

'Korban atau para pihak yang pernah mendapat perlakuan serupa dari pelaku diharapkan bisa
segera melapor ke hotline/email resmi Fakultas Ilmu Budaya dan/atau HELP CENTER Universitas
Airlangga (081615507016, helpcenter.airlangga@gmail.com) dan jika merasa perlu dipersilahkan
mengambil tindakan hukum," jelas Diah Ariani dalam rilisnya.  

Fakultas Ilmu Budaya juga menyediakan layanan konseling kepada para korban dan identitas
korban akan terjamin kerahasiaannya.

Terkait alasan yang bersangkutan melakukan dugaan tindakan pelecehan seksual dengan alasan
penelitian, Diah memastikan bahwa penelitian di FIB tidak pernah ada yang mengarah pada pelecehan seksual atau praktik-praktik yang merendahkan martabat kemanusiaan.

"FIB senantiasa berkomitmen untuk menentang segala praktik kekerasan seksual, kekerasan fisik, perundungan, baik yang bersifat fisik maupun verbal," tegas Diah yang mengaku saat ini tengah melakukan investigasi kasus ini. 

Diah mengaku sudah menghubungi pelaku (mahasiswa yang bersangkutan) untuk mengonfirmasi hal ini, namun H belum bisa dihubungi. 

Halaman
123
Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas