Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ratusan Pengusaha Jamu di Cilacap Demo Bawa Spanduk Bertuliskan "Korban Pemerasan"

Warga terpaksa demo di tengah pandemi karena tidak tahan jadi korban pemerasan ratusan juta oleh diduga oknum polisi berpangkat AKBP di Bareskrim.

Ratusan Pengusaha Jamu di Cilacap Demo Bawa Spanduk Bertuliskan
TribunBanyumas/Permata Putra Sejati
Warga Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap yang merupakan produsen jamu tradisional berunjuk rasa setelah menjadi korban pemerasan oknum Bareskrim Polri di lapangan desa setempat, Senin (5/10/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, CILACAP - Seratusan warga Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap melakukan unjuk rasa di lapangan desa, Senin (5/10/2020).

Warga terpaksa demo di tengah pandemi Covid-19 karena sudah tidak tahan jadi korban pemerasan.

Dalam aksinya mereka mengatasnamakan diri sebagai produsen jamu tradisional.

Minta Presiden Jokowi ikut turun tangan

Dalam aksinya warga meminta Presiden Joko Widodo memecat oknum polisi di Bareskrim Polri.

Oknum tersebut diduga telah memeras para produsen jamu di Desa Gentasari.

Ketika beraksi warga membawa spanduk bertuliskan 'Korban Pemerasan AKBP Agus Wardi'.

Pada Institusi Polri, warga mendesak agar oknum Polri tersebut diadili.

Warga Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap yang merupakan produsen jamu tradisional berunjuk rasa setelah menjadi korban pemerasan oknum Bareskrim Polri di lapangan desa setempat, Senin (5/10/2020).
Warga Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap yang merupakan produsen jamu tradisional berunjuk rasa setelah menjadi korban pemerasan oknum Bareskrim Polri di lapangan desa setempat, Senin (5/10/2020). (TribunBanyumas/Permata Putra Sejati)

Modus pemerasan produsen jamu

Mulyono, seorang korban yang juga produsen jamu tradisional di Gentasari, mengatakan, para pengusaha jamu itu dituduh melanggar aturan dalam memproduksi jamu tradisional.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Theresia Felisiani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas