Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mobile BSL-2 di Bogor Bisa Lakukan Tes Covid-19 hingga 1.000 Sampel per Hari

Bambang Brodjonegoro mengatakan Mobile BSL-2 bisa mengolah hingga 1.000 sampel Covid-19 per harinya.

Mobile BSL-2 di Bogor Bisa Lakukan Tes Covid-19 hingga 1.000 Sampel per Hari
ist
Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional memberikan bantuan Mobile Laboratory Biosafety Level 2 ke Pemerintah Kota Bogor pada Senin (11/1/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional, Senin (11/1/2021) memberikan bantuan kepada Pemerintah Kota Bogor berupa Mobile Lab Biosafety Level 2 (BSL-2) tipe trailer.

Mobile BSL-2 ini akan mempermudah proses testing dan tracing masyarakat yang terkena virus Corona di Kota Hujan.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro mengatakan Mobile BSL-2 bisa mengolah hingga 1.000 sampel Covid-19 per harinya.

Baca juga: Update Covid-19 Global: Total Infeksi Virus Corona Seluruh Dunia Lebih dari 90,6 Juta

"Kalau pak Wali kota Bogor bisa mengoperasikan Mobile BSL-2 ini 24 jam, tentunya nanti harus disiapkan minimal 8 tenaga lab. Maka perkiraannya itu bisa antara 900-1.000 sampel per-hari," ungkap Bambang saat Presskon virtual, Senin (11/1/2021).

Baca juga: UPDATE Kasus Corona di Indonesia Capai Angka 9.640, Total Kasus 828.026 per 10 Januari 2021

Lebih lanjut, Bambang menyebut bahwa hasil test di Mobil BSL-2 juga bisa keluar dalam waktu 8 jam.

"Hasil dari tes ini bisa diketahui rata-rata itu 8 jam," tuturnya.

Kemenristek Hibahkan Mobile BSL Level 2 ke Pemerintah Kota Bogor

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro mengatakan pihaknya sudah membuat beberapa Mobile Lab Biosafety Level 2, yang dipimpin oleh BPPT dan saat ini ada yang sudah dibeli oleh BUMN, ada pula yang bersifat pinjam pakai.

"Ini pertama kalinya kami memberikan hibah Mobile Lab BSL 2 ini kepada pihak ketiga yaitu Pemerintah Kota Bogor. Kami merasa penting sekali bagi kita, terutama hari ini tanggal 11 Januari adalah hari pertama dari pengetatan PSBB yang berlangsung di pulau Jawa dan Bali," tutur Bambang saat acara secara virtual, Senin (11/1/2021).

Bambang ingin laboratorium kesehatan daerah Bogor dan Satgas harus rajin memastikan pasokan reagen.

Kemenristek/BRIN tidak ingin keterbatasan reagen ini menghambat upaya untuk bisa mengendalikan jumlah orang yang terpapar Covid-19.

Kedua tentunya pada Sumber Daya Manusia (SDM), jika SDM cukup maka kemampuan testing per harinya juga bisa tinggi dan tentunya sangat membantu upaya untuk pengendalian Covid-19.

"Jadi fokus pada bahan dan SDM plus pemeliharaan atau perawatan dari fasilitas ini sendiri. Kami berharap hibah ini bisa bermanfaat bagi Pemerintah Kota Bogor untuk bisa mengendalikan kasus Covid-19 di Kota Bogor. Apalagi kota Bogor ini tidak hanya kota yang dekat dengan Jakarta tetapi juga tempat tinggal Presiden kita, sehingga tentunya masalah pengendalian Covid di kota Bogor akan terus mendapat perhatian khusus," ungkap Menristek/Kepala BRIN.

Ikuti kami di
Penulis: Lita febriani
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas