Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Keluarga Siapkan Pemakaman, Siap Terima Indah, Suami dan Anak Dalam Kondisi Apapun

Yusri beserta keluarga bahkan mempertimbangkan kelima jasad keluarga mereka, Indah, suaminya Rizki Wahyudi, putranya Arkana Nadhif

Keluarga Siapkan Pemakaman, Siap Terima Indah, Suami dan Anak Dalam Kondisi Apapun
Tribun Sumsel/Facebook Indah Halimah Putri
Foto Indah Halimah Putri (dua dari kanan) dan suaminya Rizki Wahyudi (kanan) semasa hidup bersama orangtua dan kerabat. Indah dan Rizki bersama anak dan dua anggota keluarga lain meninggal pada musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, INDRALAYA -- Keluarga Indah Halima Putri terus mengikuti perkembangan terkini pencarian penumpang pesawat Sriwijaya Air.

Halimah dan empat keluarganya diketahui menjadi salah satu penumpang Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu tersebut.

Yusri Lanita, ibunda Indah berharap jasad putri, suami dan anak mereka, dan keponakan, serta besan Yusri bisa dimakamkan di Desa Sungai Pinang II, Ogan Ilir.

Yusri mengaku setiap hari dari pagi hingga malam, menyaksikan siaran televisi untuk mengetahui informasi terkini.

Yusri Lanita (48) keluarga salah satu korban Sriwijaya Air usai menjalani pemeriksaan DNA di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Sumatera Selatan, Senin (11/1/2021).
Yusri Lanita (48) keluarga salah satu korban Sriwijaya Air usai menjalani pemeriksaan DNA di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Sumatera Selatan, Senin (11/1/2021). (aji yk putra/kompas.com)

"Iya, TV menyala terus. Mau lihat informasi," kata Yusri saat ditemui di kediamannya di Desa Sungai Pinang II, Kecamatan Sungai Pinang, Ogan Ilir, Rabu (13/1/2021).

Selain melalui media massa, Yusri juga menghubungi suami dan putra keduanya yang berangkat ke Jakarta untuk mengetahui informasi pencarian penumpang pesawat Sriwijaya Air.

Baca juga: KNKT Keringkan Memori FDR Sriwijaya Air SJ-182 Pakai Oven Khusus Selama 8 Jam

"Tapi saya tidak terlalu sering menelepon suami. Nanti takutnya sedang panik," ujar wanita 48 tahun ini.

Meski bersedia diwawancarai wartawan yang menemuinya setiap hari pascahilangnya Sriwijaya Air, Yusri mengaku saat ini lidahnya kelu jika membahas perihal putrinya yang menumpang pesawat bersama empat orang anggota keluarga lainnya.

"Jangan banyak-banyak nanyanya. Saya takut drop lagi," ucap Yusri.

Namun begitu wartawan tv mematikan kamera, Yusri mampu bercerita mengenai perasaannya atas cobaan yang dihadapinya ini.

Baca juga: Diduga Mesin Sriwijaya Air SJ 182 Masih Hidup Sebelum Terbentur Air, Budhi Muliawan Beri Tanggapan

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas