Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tahu Ada Hotel di Bali Bangkrut karena Pandemi Covid-19, Ini Tanggapan Menparekraf Sandiaga

Kabar terkait adanya hotel di Pulau Bali yang bangkrut sudah didengar oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno.

Tahu Ada Hotel di Bali Bangkrut karena Pandemi Covid-19, Ini Tanggapan Menparekraf Sandiaga
Tribunnews/Istimewa
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno saat berdialog dengan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (15/1/2021) malam - Tahu Ada Hotel di Bali Bangkrut karena Pandemi Covid-19, Ini Tanggapan Menparekraf Sandiaga 

TRIBUNNEWS.COM - Kabar terkait adanya hotel di Pulau Bali yang bangkrut sudah didengar oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno.

Hotel yang dimaksud bernama Swiss-Belhotel Segara yang terletak di Nusa Dua, Badung, Bali.

Bangkrut Swiss-Belhotel Segara didasarkan atas putusan Mahkamah Agung No.1049 K/Pdt.Sus-Pailit/2020 Jo. No.268/Pdt. Sus-PKPU/2019/PN. Niaga. Jkt. Pst tertanggal 14 September 2020.

Adanya hotel pailit sebagai dampak pandemi ini menjadi perhatian utama dan prioritas bagi Menparekraf Sandiaga.

Sandiaga sangat berharap tidak ada hotel yang sampai bangkrut atau pailit meski situasinya memang sulit.

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno Berencana Bangun Wisata Pendidikan di Bali

"Saya tidak ingin sektor ini rusak secara permanen, karena itu kita harus pastikan kalau pengusaha-pengusaha dan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali ini terselamatkan."

"Khususnya mengenai lapangan pekerjaan," kata Sandi kepada awak media mengunjungi Krisna Oleh-oleh cabang By Pass Ngurah Rai, Badung, Sabtu (30/1/2021).

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu berharap jangan sampai dampak Covid-19 menjadi kuburan massal dari pengusaha-pengusaha nasional yang memiliki investasi di pariwisata.

"Tadi pagi-pagi saya sudah bertemu dengan beberapa pengusaha. Saya minta program restrukturisasi tidak terbatas hanya untuk bank-bank milik negara, tapi juga keseluruhan sektor perbankan baik swasta maupun bank-bank negara untuk memberikan keringanan," terang politisi Partai Gerindra ini.

Diharapkan rencana program stimulus berupa pinjaman lunak dari pemerintah pusat kepada para pengusaha pariwisata sebesar Rp 9,9 triliun bisa cepat terealisasi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Endra Kurniawan
Sumber: Tribun Bali
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas