Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Melotot Tiap Bertemu, Pria Ini Ditusuk Tetangga Sendiri, Pelaku Diserahkan Keluarganya ke Polisi

Seorang pria ditusuk sebanyak tiga kali oleh tetangganya sendiri. Penganiayaan itu berawal saat pelaku dan korban saling melotot tiap bertemu.

Melotot Tiap Bertemu, Pria Ini Ditusuk Tetangga Sendiri, Pelaku Diserahkan Keluarganya ke Polisi
http://www.ladbible.com
Seorang pria ditusuk sebanyak tiga kali oleh tetangganya sendiri. Penganiayaan itu berawal saat pelaku dan korban saling melotot tiap bertemu. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pria ditusuk sebanyak tiga kali oleh tetangganya sendiri.

Penganiayaan itu berawal saat pelaku dan korban saling melotot tiap bertemu.

Setelah menganiaya korban, pelaku kemudian diserahkan keluarganya ke polisi.

Adin, seorang warga Desa Dawas Keluang Muba, yang harus digotong ke Rumah Sakit, karena melotot melihat tetangganya.

Adin, mengalami luka tusuk di beberapa bagian tubuhnya bahkan perutnya sobek karena tikaman tetangganya sendiri, Amran alias Meran (39) Warga Desa Dawas Kecamatan Keluang, Muba.

Amran diduga melakukan penikaman terhadap korban Adin, (49) yang juga warga di desa yang sama.

Adapun kronologis Sering Melotot saat Berpapasan, Pria di Keluang Muba Sumsel Ini Sekarat Digotong ke Rumah Sakit, dijelaskan oleh Kapolres Muba Akbp Erlin Tangjaya, SH, S.ik melalui Kapolsek Keluang Iptu Dwi Rio Adrian, S.ik.

Baca juga: Tak Terima Ibu Dicekik dan Nyaris Ditusuk Gunting, Seorang Adik Pukul Kakak Kandung hingga Tewas

Baca juga: Punya Sosok Idaman Lain, Pria Ini Tusuk Pacarnya dengan Pisau saat Nginap di Kos Korban

Ia mengatakan, kasus penikaman yang dilakukan pelaku terhadap korban itu terjadi pada Rabu, (3/3/2021) lalu sekira pukul 21.00 WIB di rumah salah satu warga itu, bermula dari saling melotot saat bertemu.

"Penyebabnya sensitif, karena keduanya berselisih paham antar korban dan pelaku. Setiap bertemu saling tatap dan melotot, " ujarnya.

Halaman
12
Editor: Nanda Lusiana Saputri
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas