Tribun

Cuaca Ekstrem di Indonesia Timur

Menteri Agama Perintahkan Jajaran Kemenag di NTT Bantu Korban Bencana

Menteri Agama mendoakan agar para korban segera mendapatkan bantuan dan segera pulih dari kondisi bencana.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Sanusi
zoom-in Menteri Agama Perintahkan Jajaran Kemenag di NTT Bantu Korban Bencana
(POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA)
Banjir bandang menerjang wilayah Waiwerang di Pulau Adonara Kabupeten Flores Timur pada Sabtu 3 April 2021. Flotim menjadi salah satu wilayah terparah akibat badai siklon tropis yang melanda NTT kali ini. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan rasa duka cita kepada korban bencana banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Agama mendoakan agar para korban segera mendapatkan bantuan dan segera pulih dari kondisi bencana.

Baca juga: Evakuasi Korban Bencana di NTT Terkendala Angin Kencang dan Ketersediaan Alat Berat

"Perlu juga saya sampaikan kepada kita semua yang mengikuti Rakernas ini, untuk bersama-sama menyampaikan simpati duka cita sekaligus doa untuk saudara-saudara kita di NTT yang hari ini sedang mengalami musibah banjir bandang dan tanah longsor," ujar Yaqut dalam Rakernas Kemenag RI yang disiarkan daring, Senin (5/4/2021).

Baca juga: Selain NTT, Siklus Seroja Diprediksi Akan Berdampak di Beberapa Wilayah Lain di Indonesia

"Semoga segera mendapatkan pertolongan dan bisa segera direcovery. Mudah-mudahan mereka juga dalam keadaan baik-baik saja sehat-sehat saja," tambah Yaqut.

Baca juga: Mengenal Fenomena Cuaca Ekstrem Seroja di NTT, Apa dan Bagaimana Dampaknya?

Yaqut meminta jajaran Kemenag di NTT untuk terjun langsung membantu penanganan bencana di NTT.

"Saya minta ke Kanwil NTT, berikut Kepala Kantor Kementerian Agama yang daerahnya terdampak unyuk proaktif untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah di sana," tutur Yaqut.

Selain korban bencana di NTT, Yaqut juga mendoakan korban bencana di wilayah lain.

"Kita berdoa juga di tempat lain yang mungkin masih ada saja musibah. Ini kira-kira alam sedang menyapa kita. Mudah-mudahan sapaan ini hanya sebentar saja," pungkas Yaqut.

Seperti diketahui, BMKG telah merilis adanya dua bibit siklon tropis yang dapat berdampak pada cuaca ekstrem.

Salah satunya potensi curah hujan lebat dan angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada sepekan ini, 3-9 April 2021.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas