Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Anaknya Sering Pulang Larut Malam, Ternyata Dijadikan Pengemis, Ibu Lapor Polisi

Seorang ibu bernama Mardiana (51) lapor polisi lantaran tak terima anaknya dijadikan pengemis.

Anaknya Sering Pulang Larut Malam, Ternyata Dijadikan Pengemis, Ibu Lapor Polisi
express.co.uk
Seorang ibu bernama Mardiana (51) lapor polisi lantaran tak terima anaknya dijadikan pengemis. Kasus ini terungkap setelah ia curiga anaknya kerap pulang larut malam. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang ibu bernama Mardiana (51) lapor polisi lantaran tak terima anaknya dijadikan pengemis.

Kasus ini terungkap setelah ia curiga anaknya kerap pulang larut malam.

Kemudian Mardiana melihat anaknya sedang mengemis di bawah Flayover Jembatan Ampera Musi 2, Jalan Ki Maragon, Keluaran Kemang Agung, Kecamatan Kertapati Palembang, Selasa (6/4/2021) sekira pukul 21.00 WIB.

Mengetahui anaknya dijadikan pengemis, Mardiana (51) mendatangi Polrestabes Palembang untuk melaporkan kejadian tersebut.

Laporan tersebut dibenarkan Kasubbag Humas Polrestabes Palembang, Kompol M Abdullah.

Kompol Abdullah menjelaskan, korban seorang perempuan inisial Ag.

Kepada petugas Mardiana mengatakan, dari penuturan anaknya bahwa sebab korban mengemis di jalan yaitu disuruh terlapor Diana.

"Pengakuan anak saya dia disuruh terlapor setiap hari untuk mengemis," ujar Mardiana warga Jalan Ki Maragon Pal 8, Kelurahan Ibul Besar, Kecamatan Pemulutan, Kabupten Ogan Ilir.

Baca juga: Permintaan Jual Tanah untuk Usaha Ditolak, Seorang Anak Tega Tikam Ayah Kandungnya hingga Tewas

Baca juga: Aksi Pengemis Anak Ikuti Peziarah sampai Gedor Mobil, Pengunggah: Tiba-tiba Mau Ikut Naik Mobil

Baca juga: VIRAL Peziarah Dibuntuti Puluhan Pengemis Anak-anak, Memaksa untuk Beri Uang hingga Menggedor Mobil

Lanjut Mardiana menjelaskan, bila anaknya tidak mengemis dan menuruti kemauan pelaku, maka pelaku tidak segan untuk memarahi anaknya.

"Anak saya diwajibkan memberi setoran kepada pelaku setiap hari sebesar Rp 70 ribu," katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Nanda Lusiana Saputri
Sumber: Tribun Sumsel
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas