Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mengenal Kampung Masigit di Serang Banten, Ada 2 Gentong Raksasa yang Kerap Curi Perhatian

Masjid Kampung Masigit yang berada di RT 02/03, Kampung Masigit, Kelurahan Curug Manis, Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten, tampak berdiri kokoh.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Mengenal Kampung Masigit di Serang Banten, Ada 2 Gentong Raksasa yang Kerap Curi Perhatian
TribunBanten.com/Mildaniati
Masjid Kampung Masigit di RT 02/03 Kampung Masigit, Kelurahan Curug Manis, Kecamatan Curug, Kota Serang. 

Laporan Reporter TribunBanten.com, Mildaniati

TRIBUNNEWS.COM, SERANG - Masjid Kampung Masigit yang berada di RT 02/03, Kampung Masigit, Kelurahan Curug Manis, Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten, tampak berdiri kokoh.

Atap masjid berbentuk kerucut dengan dua undakan.

Masing-masing undakan ada dinding papan persegi panjang.

Di bagian atas masjid ada mastaka bertingkat tiga.

Tingkat pertama terdapat ornamen berbentuk burung menghadap ke empat sisi, tingkat kedua terdapat ornamen buah delima, dan tingkat ketiga ornamen menyerupai bunga.

Baca juga: Asal Usul Rawabangke dan Sejarah Panjang Masjid Jami Al Anwar, Masjid Tertua di Jatinegara

Empat tiang kayu menopang atap di ruang utama.

Rekomendasi Untuk Anda

Ada dua mimbar.

Namun, satu di antaranya kuno dan tidak dipakai karena kayunya rapuh.

Menurut sesepuh setempat, Rakam, Masjid Kampung Masigit merupakan yang tertua di Banten.

Masyarakat sekitar menyebutnya Masjid Sultan karena kemungkinan dibangun pada masa Sultan Maulana Hasanuddin.

Baca juga: Masjid Jami Al-Ma’mur Cikini, Dibangun Tahun 1890 dan Cerita tentang Pengkhianatan Kolonial Belanda

"Disebut Masjid Kampung Masigit karena yang tua di sini. Setiap dibangun masjid pertama di satu tempat, kampungnya disebut sebagai Kampung Masigit," ucapnya kepada TribunBanten.com, Selasa (19/4/2021).

Menurut dia, ada tiga nama masjid di Kota Serang serupa seperti di Kampung Masigit, yaitu di Cipecung, Priyayi, dan Kasemen.

Di dalam Masjid Kampung Masigit ada makam Ki Kaminja.

"Tapi sekitar tahun 1978, makamnya ditutup. Itu kata orang tua saya dulu," ujar pria berusia 62 tahun ini.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas