Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kelompok Bersenjata di Papua

Kakak Andalan Gugur Setelah Kontak Senjata dengan KKB di Papua, Ketut Tetap Mantap Jadi Polisi

Keluarga Bharada I Komang Wiranata terpukul, tulang punggung keluarga dan kakak andalan bagi ketiga adiknya telah gugur dalam kontak senjata di Papua.

Kakak Andalan Gugur Setelah Kontak Senjata dengan KKB di Papua, Ketut Tetap Mantap Jadi Polisi
SRIPOKU.COM/Bayazir Al Rayhan
Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Eko Indra Heri memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah Bharatu I Komang Wiranata yang tiba di Palembang, almarhum gugur saat bertugas memberantas KKB di Papua. 

TRIBUNNEWS.COM, MARTAPURA - Duka mendalam dirasakan keluarga anggota Brimob Bharada I Komang Wiranata.

Anak pertama dari empat bersaudara ini gugur ketika kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua pada Selasa (27/4/2021).

Padahal Bharada Komang selama ini merupakan tulang punggung keluarga dan kebanggan adik-adiknya.

Sang Kakak Gugur, Adik Bharada Komang Tetap Bertekat Jadi Polisi

Setelah sang kakak gugur, selanjutnya I Ketut (16) adik kandung dari almarhum Bharada I Komang yang saat ini masih duduk di bangku sekolah kelas 1 SMA Belitang II tetap memiliki keinginan kuat untuk menjadi anggota Polri.

"Cita - cita saya memang ingin menjadi anggota Polri, sebenernya ingin jadi Polisi bintara bukan ke Brimob mudah - mudahan ada jalanya," jelasnya saat ditemui di rumah duka Desa Tegal Besar Belitang II Kabupaten OKU Timur.

I Kadek Pu Lani paman korban, sambil menunjukan foto Bharada I Komang Wiranata anggota Brimob asal OKU Timur yang guru di di Papua, Rabu (28/4/2021).
I Kadek Pu Lani paman korban, sambil menunjukan foto Bharada I Komang Wiranata anggota Brimob asal OKU Timur yang guru di di Papua, Rabu (28/4/2021). (TRIBUNSUMSEL/Edo Pramadi)

Dikatakanya, bahwa ia benar - benar kehilangan sosok seorang kakak sekaligus tulang punggung di keluarganya itu, ia benar - benar terpukul.

"Kakak saya itu orangnya sangat bertanggung jawab, dia sosok yang tidak banyak bicara. Tapi kalau sekali bicara biasanya langsung ngena," ungkapnya. Rabu (28/4/2021).

Diketahui saat ini, I Ketut hanya tinggal berempat bersama ibunya dan dua adiknya, karena ayahnya sudah meninggal tahun 2019 yang lalu.

Semenjak ayahnya meninggal dunia, biasanya kakaknya itu yang mengirimkan uang untuk kebutuhan sehari - hari dan biaya sekolah.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Theresia Felisiani
Sumber: Tribun Sumsel
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas