Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Menangis Temui Tetangga, Curhat Mengaku Dipukuli, Sontak Nenek 70 Tahun Itu Roboh Tak Bernyawa

Tetangga curiga Nenek Romsih adalah korban penganiayaan. Pelakunya diduga anaknya sendiri, yakni Mustari alias Basyir (35).

Menangis Temui Tetangga, Curhat Mengaku Dipukuli, Sontak Nenek 70 Tahun Itu Roboh Tak Bernyawa
net
Ilustrasi mayat 

TRIBUNNEWS.COM - Suparti tak menyangka, nenek Romsih (70), yang menemuinya sembari menangis, meninggal secara mendadak di depan rumahnya.

Tetangga curiga Nenek Romsih adalah korban penganiayaan. Pelakunya diduga anaknya sendiri, yakni Mustari alias Basyir (35).

Mulanya Romsih, warga RT 5/RW 1 Dusun Bengkelo, Desa Banyuurip, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, tergopoh-gopoh sembari menangis datang ke rumah tetangganya, Suparti.

Menurut Suparti, kejadian meninggalnya Romsih diperkirakan pukul 09.00. 

Saat itu, Suparti berada di rumahnya yang terletak di belakang rumah korban.

Baca juga: Duel Maut Tak Terelakkan di Malam Takbiran, Chandra Habisi Nyawa Saudaranya, Bela Diri Jadi Alasan

Ia yang sedang sibuk persiapan Lebaran dikagetkan dengan datangnya korban dalam keadaan menangis.

Korban sempat mengadu kepada Suparti bahwa kepalanya sakit dipukuli oleh sang anak.

Kemudian korban ditemukan tersungkur dan meninggal.

Warga melihat kondisi rumah nenek Romsih yang tinggal di Dusun Bengkelo, Desa Banyuurip, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal. Nenek Romsih ditemukan meninggal di halaman milik warga, Rabu (12/5/2021). 

"Ibu itu baru beli apa gitu dari warung masuk rumah. Kemudian keluar lagi sambil nangis bilang kepalanya diantemi (dipukuli) Basyir (anak korban)."

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Willem Jonata
Sumber: Tribun Pantura
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas