Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Hiburan Organ Tunggal di Tanggamus Dibubarkan Paksa, 23 Orang Diamankan Diduga Konsumsi Narkoba

Hal yang dilanggar dalam acara tersebut adalah timbulnya kerumunan, dan melewati batas karena sampai pukul 01.00 WIB acara belum bubar.

Hiburan Organ Tunggal di Tanggamus Dibubarkan Paksa, 23 Orang Diamankan Diduga Konsumsi Narkoba
Dok
Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya (paling kiri) pimpin pembubaran hiburan organ tunggal di Pekon Karang Agung, Kecamatan Semaka. 

TRIBUNNEWS.COM, TANGGAMUS - Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya dan Dandim 0424 Tanggamus Letkol Inf Arman Aris Sallo memimpin pembubaran hiburan organ tunggal di Pekon Karang Agung, Kecamatan Semaka, Sabtu (15/5/2021) pukul 01.30 WIB.

Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya mengatakan, pembubaran terpaksa dilakukan karena sudah dilakukan upaya persuasif.

Acara diminta dibubarkan sebab kegiatan itu sudah tidak sesuai dan bertentangan dengan Keputusan Bupati Tanggamus terkait penanganan penyebaran dan Covid-19.

Sebelum pembubaran, Satgas Covid-19 yang terdiri dari Uspika dan instansi terkait telah melaksanakan koordinasi dengan kepala pekon, ketua adat dan ketua pelaksana kegiatan. Permintaannya agar kegiatan dihentikan.

Hal yang dilanggar dalam acara tersebut adalah timbulnya kerumunan, dan melewati batas karena sampai pukul 01.00 WIB acara belum bubar.

Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya (paling kiri) pimpin pembubaran hiburan organ tunggal di Pekon Karang Agung, Kecamatan Semaka.
Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya (paling kiri) pimpin pembubaran hiburan organ tunggal di Pekon Karang Agung, Kecamatan Semaka. (Dok)

Lantaran upaya persuasif oleh Satgas Covid-19 Kecamatan Semaka tidak membuahkan hasil, akhirnya dilakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Tanggamus guna mengambil langkah keputusan.

Kemudian Kapolres dan Dandim kembali meminta agar acara dibubarkan.

Permintaan langsung dari jajaran Forkompimda itu guna menghindari terjadinya gesekan dan hal-hal yang tidak diinginkan.

"Karena masih tidak membuahkan hasil, akhirnya pada pukul 01.30 WIB, diambil langkah tegas dengan memerintahkan personel Polri dan TNI yang berada di lokasi agar melakukan upaya paksa pembubaran," ujar Oni.

Jumlah massa yang berkumpul di lokasi itu diperkirakan 800 orang.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Lampung
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas