Tribun

Pria di Kubu Raya Lecehkan Bocah Laki-laki, Dilakukan 10 Kali, Berawal Tanya Sudah Sunat atau Belum

Seorang priadi Kabupaten Kubu Raya lecehkan bocah laki-laki sebanyak 10 kali. Kasus ini bermula saat pelaku tanya korban sudah sunat atau belum.

Editor: Endra Kurniawan
Pria di Kubu Raya Lecehkan Bocah Laki-laki, Dilakukan 10 Kali, Berawal Tanya Sudah Sunat atau Belum
en.sun.mv
Ilustrasi pria berumur 28 tahun di Kabupaten Kubu Raya lecehkan bocah laki-laki sebanyak 10 kali. 

Hal itupun disampaikan Wakapolres Kubu Raya, Kompol Sandhy W.G. Suawa.

Dan ia mengatakan bahwa aksi bejat yang dilakukan oleh tersangka tersebut sudah lebih dari sepuluh kali.

Baca juga: Pria di Surabaya Lecehkan 2 Bocah SD, Korban Alami Infeksi di Duburnya, Modus Diajari Pencak Silat

Sebab apabila korban menolak, tersangka pun mengancam akan menyebarkan video alat vitalnya tersebut.

"Kejadian itu terjadi dari bulan Maret hingga April 2021, yang awalnya korban dan tersangka kenal melalui game online."

"Awalnya usai mengirimkan video tersebut korban pun merasa takut, dan diadakanlah perjanjian bertemu dengan tersangka di Kecamatan Rasau Jaya untuk menghapus video," terang Sandhy, Rabu (3/6/2021).

"Namun sebelum dihapus korban diajak melakukan hubunan badan (sodomi). Dan kejadian tersebut terus dilakukan berulang kali atau lebih dari sepuluh kali, karena apabila menolak, tersangka mengancam akan menyebarkan video tersebut," sambungnya.

Hal tersebut kemudian berhasil terbongkar, setelah pihak keluarga korban mengetahui, karena melihat isi percakapan chatting WhatsApp antara korban dan tersangka.

Baca juga: KRONOLOGI Siswa SMK Lecehkan Bocah Perempuan yang Sedang Salat di Masjid, Sempat Nonton Film Dewasa

Tersangka Pernah Jadi Korban

Kepolisian Resort (Polres) Kubu Raya saat menggelar konferensi pers di Mapolres Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), Selasa 1 Juni 2021.
Kepolisian Resort (Polres) Kubu Raya saat menggelar konferensi pers di Mapolres Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), Selasa 1 Juni 2021. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa)

Ia mengatakan bahwa sewaktu duduk dibangku kelas 9 SMP, dirinya juga pernah menjadi korban atas kejadian yang serupa.

"Pernah jadi korban juga, saat kelas 9," kata KH.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas