Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Wawancara Eksklusif

Kepala BNN Bali, Pada Masa Pandemi Kasus Narkoba Malah Marak (1)

BNN Bali menerapkan upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba antaraa lain melalui media sosial.

Kepala BNN Bali, Pada  Masa Pandemi Kasus Narkoba Malah Marak (1)
Tribun Bali/Eka Mitra Saputra
Kepala BNN Bali, Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, S.H., M.Si. saat diwawancarai Pemred Tribun Bali, Soenarko. 

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali dipimpin oleh kepala baru sejak awal Mei 2021 lalu. Kepala BNNP Bali yang baru itu ialah Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, S.H., M.Si.

Meskipun baru menjabat, Sugianyar mudah akrab dengan kalangan media. Ternyata, media memang bukan hal asing bagi Sugianyar, karena sebelumnya jenderal bintang satu ini pernah menjadi Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Bali pada 2008-2011.

Tribun Bali melakukan wawancara khusus dengan perwira tinggi kepolisian asal Gianyar ini, Jumat (11/6) lalu, untuk mengetahui program prioritasnya, serta hal-hal lain terkait perang melawan narkoba di Bali. Berikut sebagian wawancara itu.

Setelah menjadi Kepala BNNP Bali yang baru sejak awal Mei 2021, bagaimana Anda melihat kondisi kasus narkotika di Bali ?

Saya bertugas sebagai Kepala BNNP Bali ini sekitar sebulan lebih sedikit. Sebelumnya menjabat Kepala BNNP Nusa Tenggara Barat (NTB) selama sekitar 2 tahun.

Relatif permasalahan yang dihadapi hampir sama, namun dari sisi prevalensi di Bali masih sedikit di bawah NTB. Misal, di NTB 60 ribu orang, di Bali 50 ribu orang.

Apa strategi atau adakah program prioritas yang  diterapkan dalam memerangi kasus narkoba di Bali?

Sebagaimana yang dicanangkan oleh Bapak Kepala BNN RI Komjen Pol Reinhard Golose yang pernah menjabat sebagai Kapolda Bali, kami nyatakan perang melawan narkoba dengan tagline “War On Drugs”.

Kami ada 3 pendekatan dalam “War on Drugs” demi mewujudkan Indonesia Bersinar, maksudnya Bersih dari  Narkoba.

Pendekatan pertama dengan hard power yakni dengan menumpas habis para bandar pengedar dan jaringannya dengan ancaman hukuman mati dan bisa juga bandar dimiskinkan.

Halaman
1234
Editor: cecep burdansyah
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas