Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Sindikat Pembuatan Surat PCR Palsu di Lombok Terungkap, 3 Pelaku Diamankan, Satu Lagi Masih Buron

MF, pihak yang disebut sebagai pembuat surat keterangan PCR palsu diamankan di rumahnya, di Batu Layar, Lombok Barat.

Sindikat Pembuatan Surat PCR Palsu di Lombok Terungkap, 3 Pelaku Diamankan, Satu Lagi Masih Buron
Rizki Sandi Saputra
Ilustrasi: Polda Metro Jaya amankan oknum penjual surat swab antigen, PCR hingga kartu vaksin palsu yang dipasarkan di media sosial, Selasa (13/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNNEWS.COM, LOMBOK TENGAH - Tim Puma Polres Lombok Tengah mengamankan tiga orang yang diduga terlibat sindikat pembuatan surat keterangan tes PCR palsu. Sementara seorang lainnya masih dalam pengejaran polisi.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Esty Setyo Nugroho menjelaskan, pengungkapan kasus pembuatan surat keterangan tes PCR palsu bermula saat petugas menahan calon penumpang pesawat berinisial ARO, di Bandara Internasional Lombok, Jumat (23/7/2021), pukul 16.00 Wita.

"Dia kami amankan lantaran menggunakan surat keterangan PCR diduga palsu," kata Esty Setyo, dalam keterangan persnya, Minggu (25/7/2021).

Pelaku ARO ditahan berdasarkan laporan polisi Nomor: LP/B/312/VII/2021/SPKT/Res.Loteng/Polda NTB, tanggal 24 Juli 2021 tentang tindak pidana menggunakan surat keterangan palsu, sesuai pasal 263 KUHP.

Esty Setyo menjelaskan pelaku ketahuan menggunakan surat keterangan PCR palsu saat petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Bandara Internasional Lombok memvalidasi surat PCR yang digunakan ARO.

"Setelah melakukan pemeriksaan, petugas menemukan kejanggalan. Pada surat karena tidak dilengkapi stempel basah, melainkan hasil scanner dari komputer," katanya.

Baca juga: Citilink Bantah Ada Oknum Pegawainya Terlibat Kasus Pemalsuan Hasil Tes PCR

Pihak KKP kemudian menghubungi Rumah Sakit Universitas Mataram dan menanyakan apakah penumpang tersebut terdaftar sebagai pemohon PCR atau tidak.

"Pihak Rumah Sakit Universitas Mataram membantah dengan mengatakan yang bersangkutan tidak terdaftar di sistem rumah sakit," jelas Esty Setyo.

ARO akhirnya dibawa ke Satuan Reskrim Polres Lombok Tengah untuk diklarifikasi terkait surat PCR palsu tersebut.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas