Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Penumpang KM Tidak Mulai Dievakuasi, Penyebab Kandas Karena Angin dan Arus Kencang

Kapal tersebut kandas karena diterjang hempasan angin yang sangat kencang dan arus laut yang sangat kuat.

Penumpang KM Tidak Mulai Dievakuasi, Penyebab Kandas Karena Angin dan Arus Kencang
Tribun Ambon/Andy
Proses evakuasi penumpang KM Tidar yang kandas di alur Pelabuhan Laut Namlea, Kabupaten Buru, Senin (26/7/2021) malam. 

TRIBUNNEWS.COM, AMBON -- Para penumpang KM Tidar yang kandas di Pelabuhan Laut Namlea, Kabupaten Buru, Maluku, Senin (27/7/2021), sekitar pukul 12.30 WIT mulai dievakuasi.

Kapal tersebut kandas karena diterjang hempasan angin yang sangat kencang dan arus laut yang sangat kuat.

"Kapal kandas murni karena ada angin bertiup kencang dan arus laut yang kuat. Kondisi ini menyebabkan kapal sulit bermanuver mencari haluan untuk bersandar," kata Kapten Kapal KM. Tidar, Tamrin Sinurat saat diwawancarai TribunAmbon.com, Selasa (27/7/2021).

Sesaat sebelum kejadian terjadi, kata Tamrin, dia mengemudikan kapal dengan kecepatan normal.

Baca juga: 500 Penumpang KM Tidar akan Dievakuasi KM Pangrango Siang Ini

"Saya kemudikan kapal normal, seperti biasa yang saya gunakan, yakni tiga knot," ujar Tamrin.

Saat ditanya siapa yang patut disalahkan dalam kejadian ini, menurutnya hal tersebut adalah musibah.

"Ada arus terus kapal saya coba bikin ke kiri tidak mau. Saya sudah pernah juga nyandarin di sini. tapi namanya musibah juga tidak bisa dikendalikan," ucap Tamrin.

Tanpa bermaksud menyalahkan siapapun, Tamrin meminta agar pihak pelabuhan memberikan tanda hitam adanya terumbu karang besar di lokasi tersebut.

Baca juga: Evakuasi 500 Penumpang KM. Tidar yang Kandas di Namlea Baru Bisa Dilakukan Siang Ini

"Jadi memang arus dan angin agak mendorong. Saya sudah pernah juga nyandarin di sini. tapi namanya musibah juga. Saya bukan mau cari kambing hitam. Sebaiknya pelabuhan itu, ada tanda hitam atau apa begitu biar kita tahu," ujar dia.

Nantinya, kurang lebih 500 penumpang yang berada dalam kapal tersebut akan dievakuasi.

Halaman
123
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas