Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pernah Longsor Tewaskan 40 Orang, Sebagian Warga di Lokasi Bencana di Cihanjuang Ogah Direlokasi

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman mengaku ada warga yang tak mau meninggalkan rumah mereka.

Pernah Longsor Tewaskan 40 Orang, Sebagian Warga di Lokasi Bencana di Cihanjuang Ogah Direlokasi
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Tim SAR gabungan terpaksa harus merobohkan bangunan Taman Kanak-Kanak (TK) An-Nur dalam melakukan pencarian korban tertimbun longsor di Perum Pondok Daud, Kampung Bojongkondang, RT 3/10, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Masih ada 26 orang yang dinyatakan hilang akibat bencana alam ini. 

"Tadinya, sebelum ada penerapan PPKM Darurat, namun ternyata ada PPKM Darurat , dan akhirnya terpaksa harus ditangguhkan, jadi, Pemkab bukan lelet atau mengabaikan masalah ini," ujarnya.

Herman mengatakan, berdasarkan data Pemkab Sumedang, jumlah Kepala Keluarga (KK) yang diusulkan dalam rencana relokasi atau yang berada di area zona merah berjumlah 135 KK.

Rinciannya, sebanyak 65 KK yang tinggal di Perumahan Satria Bumintara Gemilang (SBG), 25 KK di Pondok Daud dan 45 KK di Bojong Kondang.

Kemudian, kata dia, untuk area relokasi di atas lahan seluas 25.000 meter persegi atau lahan milik Pemprov Jabar yang telah dihibahkan ke Pemkab Sumedang tepatnya di Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari.

Baca juga: Banjir di Kota Atami Jepang, Rumah dan Mobil Hanyut Terbawa Tanah Longsor

Selain itu, tambah Herman, pembangunan juga dilakikan di lahan seluas 4.972 meter persegi milik PT. Satria Bumintara Gemilang (SBG) yang telah dihibahkan ke Pemkab Sumedang.

Pihak Pemkab saat ini masih terkendala dengan warga yang masih ingin menetap di lahan yang berstatus zona merah sebagaimana ditetapkan oleh Badan Geologi.

"Dari sebanyak 135 KK, hanya sebagian yang siap untuk direlokasi seperti di lokasi SBG, dari 65 KK hanya 17 KK yang siap direlokasi, di Bojong Kondang dari 45 KK yang siap direlokasi hanya sebanyak 10 KK," ucapnya.

“Setelah kami data ulang faktanya tidak semua ingin direlokasi, Ini jadi kendala kami, jadi ini semua harus final dulu, karena ini zona merah, kalau tidak dipaksa pindah gimana, kalau dipaksa pindah gimana, karena ini zona merah kalau ada kecelakaan nanti gimana, maka akan kami edukasi terus," kata Herman.

Herman menyebutkan, ia pun memahami jika warga yang memilih bertahan di area zona merah lantaran bangunan dan luas lahan relokasi tidak sama dengan bangunan dan luas lahan yang dimilikinya saat ini.

“Warga harus memahami bahwa ini disebabkan karena bencana alam jadi penggantiannya tidak akan sama, dan bagi warga yang memilih bertahan, akan membuat berita acara atau perjanjian bersama warga serta membenahi kawasan titik longsor," katanya.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas