Tribun

Palsukan 48 Surat Keterangan Rapid Antigen, Dua Sopir Ditangkap di Pelabuhan Gilimanuk

Polres Jembrana tangkap 2 sopir pelaku pemalsuan surat keterangan rapid tes antigen palsu untuk rombongan pekerja asal Cianjur yang hendak ke Bali.

Editor: Theresia Felisiani
Palsukan 48 Surat Keterangan Rapid Antigen, Dua Sopir Ditangkap di Pelabuhan Gilimanuk
TribunBali.com/I Made Ardhiangga Ismayana
Dua tersangka pemalsuan surat keterangan rapid test antigen saat berada di Mapolres Jembrana, Bali, Senin 30 Agustus 2021. 

Lebih lanjut dijelaskannya, setelah terbukti pihak klinik tidak mengeluarkan, maka dilakukan penelusuran dan akhirnya diketahui, ternyata dibuat oleh teman tersangka di Banyuwangi berinisial AGS, yang menjadi tersangka ditangkap di Polres Banyuwangi, dalam kasus ini.

“Jadi ada kerjasama dengan rekan tersangka di Banyuwangi. Yang membuat surat rapid palsu tersebut,” imbuhnya.

Menurut Reza, dua tersangka sebelum membawa penumpang, sudah meminta KTP terlebih dahulu dan memfotonya. Kemudian, dikirim ke AGS.

Satu jam kemudian datang 48 lembar suket palsu.

Setiap lembar dihargai sekitar Rp100 ribu. Dan tersangka dua sopir ini mendapat untung sekitar Rp40 ribu untuk setiap surat yang dijual ke penumpang.

“Setiap lembar pembagian buat tersangka Rp40 ribu dan pembuat Rp60 ribu,” jelasnya.

Baca juga: Wamenkes: Vaksinasi Covid-19 pada Anak dan Remaja Tak Merata, Tertinggi di Bali dan Jakarta

Sementara itu, pengakuan tersangka Heri, ia nekat melakukannya karena sepi penumpang.

Ia menambahkan mereka berdua mendapat untung Rp1,8 juta. Sedangkan membeli sekitar Rp2,8 juta.

Kemudian untung dari surat hasil rapid tes itu dibagi dua.

“Saya beli Rp60 ribu dan untung dari penumpang Rp40 ribu per lembar. Total Rp 2,8 juta saya setor ke Agus dan Rp1,8 juta saya bagi dua,” ungkapnya.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas